Mohon tunggu...
Etna Nena Oetari
Etna Nena Oetari Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wirausaha

Simple, easy going, positive thinker, Mom, onlinesale

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

'Merasa'...Itu Seperti Meyaqini Air Pada Fatamorgana Itu Nyata

9 Mei 2015   15:08 Diperbarui: 26 Oktober 2015   13:22 381
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Masih bisa dinamai koreksi untuk memperbaikikah, apa-apa yang ditulis selama i ni ? Yaqin itu bukan didasari digerogoti rasa benci, iri dan penampakan nyata dari penyakit hati ? Hmm..."][/caption]

Ajaib dan Takjub

Bila membaca, mendengar
Orang yang MERASA baik, paling baik, MERASA menjalankan agama paling sempurna trus..trus-trusan mengoreksi ibadah, amalan, perbuatan orang lain. Semua salah kecuali kalo SAMA dengannya. Semua jadi dosa kalo tak
sesuai dengan ILMUnya.

Jadi akuntan dosa-pahala pada hidup orang lain. Sampai bernyali meneraka-surgakan orang lain. BAHKAN PADA YANG SEIMAN DENGANNYA !

Wow...mejik ya ?!

Padahal Allah saja mengutus DUA malaikat untuk mencatat perbuatan manusia. Inii....dia sendirian ngitungin dosa-pahala banyak orang !!!

Padahal untuk sampai ke surga - neraka itu ada PROSES nya. Yang jelas semua harus mati dulu. Diaa...seucap kata saat itu juga bisa yaqin orang-orang tertentu yang masih hidup pasti masuk neraka

Persis sis cerita saat setan dikeluarkan dari surga. Diawalin karena setan MERASA lebih baik dari Nabi Adam AS. , kemudian setan mencela Nabi, bahkan kemudian setan jadi berani berbantah-bantahan dengan ALLAH SWT ! Dan taddaa...setan pun resmi jadi penghuni neraka !

Setan tidak membunuh, tidak mengedarkan narkoba, bukan teroris...setan itu jadi penghuni neraka HANYA DIAWALI DARI MERASA LEBIH saja. That's it !

Kutukan Kalo sudah MERASA lebih BERGARANSIAktivitas Selanjutnya hanya sibuk MENGURANGI orang lain.

Membenci pun jadi hobi.Berselisih dicari-cari demi kepuasan dan pembuktian paling benar sendiri ??

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun