Mohon tunggu...
Nanang E S
Nanang E S Mohon Tunggu... Guru - Orang yang tidak pernah puas untuk belajar

Penggiat literasi yang mempunyai mimpi besar untuk menemukan makna dalam hidup.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Guru dan Peran Mulia dalam Mengubah Peradaban

25 November 2018   09:36 Diperbarui: 25 November 2018   13:25 790 10 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Guru dan Peran Mulia dalam Mengubah Peradaban
sumber foto : tempo.com

Henry Books Adams pada suatu waktu pernah mengungkapkan mengenai peran guru yang begitu mulia. Ungkapan itu kurang lebih demikian "A techers affect eternity; he can never tell where his influence stops" artinya seorang guru mempengaruhi keabadian; ia tidak pernah bisa mengungkapkan di mana pengaruhnya berhenti. Ungkapan tersebut orientasinya menempatkan guru pada marwah yang mulia. 

Sebagai penyelamat, dalam kegelapan misalnya. Guru adalah sosok yang membawa obor penerangan kepada anak generasinya. Melewati kegelapan keilmuan. Guru yang dalam bahasa jawa di sebut sosok yang digugu lan ditiru (dipercaya dan diikuti) adalah agen penting dalam kehidupan ini. Perannya yang dinanti-nanti memberikan pengaruh perubahan peradaban ke arah yang lebih baik.

Ada beberapa hal yang dapat dipahami dari ungkapan tersebut. Guru adalah titik di mana tidak akan pernah berhenti dalam melahirkan titik-titik lainnya yang lebih baik. Titik tersebut dimaksudkan adalah kebaikan, kebermanfaatan, juga panutan bagi banyak orang. Guru adalah panutan, setiap ucap yang disampaikan adalah ilmu dan setiap gerak geriknya adalah contoh.

Hakikatnya guru adalah sosok yang membawa seperangkat kemuliaan, memberikan dampak positif bagi kehidupan. Apalagi jika melihat realitas yang ada saat ini, seperti yang dirilis oleh empat lembaga survey Internasional akhir-akhir ini dimana menempatkan pendidikan Indonesia pada rangking buncit. 

Pertama, Organization for Economic and Develompment (OECD) menempatkan Indonesia di urutan 64 dari 65 negara. Kedua, The Learning Curve menempatkan Indonesia pada posisi buncit dari 40 negara yang disurvei. Sedangkan ketiga, dari hasil survey TIMS and Piels menempatkan Indonesia pada posisi 40 dari 42 negara. Keempat, Word Education Forum di bawah naungan PBB menempatkan Indonesia di posisi 69 dari 76 negara.

sumber foto : tribunnews.com
sumber foto : tribunnews.com
Di hari guru tahun ini, melihat realitas tersebut tentu guru tidak tinggal diam terlebih dampaknya menakutkan di masa depan. Di era digitalisasi dan kemoderensasian gadget yang sudah menjadi emak generasi kita. Banyak tantangan baru yang musti diselesaikan. 

Banjirnya informasi, serta komunikasi dengan siapa saja menjadikan kecamuk yang ramai jika tidak dibarengi dengan seperangkat pendidikan teknologi. Sifat malas, bebal, dan tentunya berkiblat pada tekologi semakin tinggi.  

Untuk itu sosoknya harus mampu; (a) menjadi pupuk yang menyuburkan taman-taman keilmuan, (b) menjadi benteng yang kokoh dalam mengkaji peradaban, (c) menjadi sosok yang mampu menyiapkan generasi tangguh di masa depan, (d) embun yang meneduhkan kegersangan ketidaktauan, (e) sebagai sumber segala ilmu, serta (e) pohon, akar kehidupan.

Guru adalah aktor dalam kelas yang mampu menginspirasi murid-muridnya serta mampu melahirkan kerinduan di setiap muridnya. Jika dalam ungkapan Henry Boooks Adams guru tidak pernah bisa mengungkapkan dimana pengaruhnya berhenti. Memberikan gambaran betapa tidak berhentinya pula harapan mulia terhadap peran guru dalam kehidupan ini. 

Jika melihat peran guru masa depan, guru adalah promotor yang memiliki senjata-senjata andalan untuk melawan kebodohan dalam diri para generasi. Jika koboy senjatanya pistol, maka guru senjatannya adalah buku dan seperangkat keilmuan yang ada di dalamnya.  

Guru tidak hanya duduk di bangku dengan memberikan ceramah yang penuh teori kompleksitas, atau yang lain. Guru masa depan seperti akar kehidupan, yang siap menerobos bebatuan, kerikil, tanah gambut, tanah gamping untuk menemukan sumber mata air, agar pohon tetap tumbuh kuat. Guru wajib memberikan pendalaman ilmu kepada siswa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x