Mohon tunggu...
Abdul Ya
Abdul Ya Mohon Tunggu... Siluman

Belajar

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Romansa Kala Itu

4 Desember 2020   02:48 Diperbarui: 4 Desember 2020   02:50 214 51 19 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Romansa Kala Itu
Foto oleh Ilyiza Mingazova dari pixabay

Pagi-pagi sekali

Pagi-pagi sekali
Aku sudah mandi

Pagi-pagi sekali
Dasi dan topiku sudah rapi

Pagi-pagi sekali
Aku sampai kelas masih sepi

Pagi-pagi sekali
Di bangku kayu milik kekasihku
Aku menengok ke kanan dan ke kiri

Pagi-pagi sekali
Di meja kayu milik kekasihku
Aku mengukirkan gambar hati

Aku ♡ kekasihku

(♡♡♡♡)

Taktik

Sebab aku tidak mengerjakan tugas rumahku
Senin itu aku dihukum lagi sama ibu guru
Aku menjewer kuping-kupingku sendiri
Aku berdiri satu kaki di hadapan kelas.

Bukan karena aku malas.
Hanya saja,

Begitu taktik aku menghapus rindu di dadaku
Begitu cara aku demi bisa memandang lagi utuh
senyum dan tawa indah kekasihku dengan jelas.

(♡♡♡♡)

Biskuit

Ketika tertawa,
Wajah kekasihku seperti sepotong biskuit
Renyah, manis.
sungguh menggigit.

(♡♡♡♡)

Serasi

Kekasihku sangat lancar membaca buku
Karena itu ibu guru sering memuji kekasihku

Sementara aku sangat lihai menyanyi balonku
Karena itu ibu guru sering memarahi aku

Antara aku dan kekasihku
Sama istimewa di mata Ibu guru

Aku makin yakin, kekasihku itu
sangat serasi untuk jadi jodohku

(♡♡♡♡)

Tuan Petir

Tuan petir yang ramah
Dapatkah engkau menghentikkan gemuruhmu itu?

Mungkin saat ini,
kekasihku sudah lelap dalam mimpi indah
Aku cuma takut
kekasihku terbangun oleh gemuruhmu

Tuan petir yang ramah.
Terima kasih sudah mengabulkan pintaku.

(♡♡♡♡)

Ranking satu

Aku baru tahu,
kekasihku tak suka murid bandel dan lucu seperti aku

Aku dengar,
kekasihku lebih suka murid patuh dan ranking satu itu

Aku cemburu,
Lalu aku patuh belajar hingga berhasil ranking satu

Pagi itu kekasihku
tiba-tiba mendatangiku,
Hei Kamu!
Sekarang kamu adalah rivalku!

Aku haru
Kekasihku sepertinya mulai mengagumiku

(♡♡♡♡)

Berani

Aku pikir, tidak baik kalau aku berlama-lama
memendam rasa cinta untuk kekasihku ini
Sudah saatnya aku berhenti diam-diam saja
Kali ini aku harus berani menyatakan isi hati

Siang itu aku cegat kekasihku di mulut gerbang
Kekasihku menatap aku kebingungan

Hi! Sebenarnya aku sudah lama ingin bilang.
Aku sangat mengagumimu, walau dari kejauhan
Pagi, siang, malam hatiku menggebu memikirkan kamu.
Aku sungguh mencintai kamu.
Apakah kamu mau menjadi pacar aku?

Usai aku mengungkapkan begitu.
Kekasihku tersipu, malu-malu mirip kucing.
Aku tergugup-gugup, mau-mau mirip monyet.

Namun belum sempat kekasihku menjawab
teman-teman kelas sudah ramai bersorak sorai
Itu bikin kekasihku makin malu, begitupun aku.

Kekasihku,
ia langsung berlari cepat menjauhiku
meninggalkan aku tanpa menjawab
apakah ia mau menjadi pacar aku.

(♡♡♡♡)


VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x