Mohon tunggu...
Mukhlis
Mukhlis Mohon Tunggu... Guru - Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Penulis Buku: Teknik Penulisan Puisi, Teori, Aplikasi dan Pendekatan , Sastra, Pendidikan dan Budaya dalam Esai, Antologi Puisi: Lukisan Retak, Kupinjam Resahmu, dan Kutitip Rinridu Lewat Angin. Pemimpin Redaksi Jurnal Aceh Edukasi IGI Wilayah Aceh dan Owner Sastrapuna.Com . Saat ini Bertugas sebagai Guru SMA Negeri 1 Lhokseumawe

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kisahmu Menari di Ujung Jari

13 November 2023   12:20 Diperbarui: 13 November 2023   13:04 68
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: Pixabay 

Oleh: Mukhlis, S.Pd., M.Pd. 

Jempol mengapit  telunjuk dan jari tengah
Ujung pena menguap peluh menetes kisah
Kelingking  bersila menikmati kalungan permata
 

Baca juga: Surga di Ujung Jari

Otot -otot mungil merangkak di ruas-ruas putih
Lengan mengayun mesra mengukuti irama bait
Diksi bersinggungan menata pola
Amanat menyelinap dalam tumpukan

Ratusan goresan menyembur indah
Mengalir kemana angin menagalun
Berteriak  dan  mengerang tentang apa saja
Tentang pengemis meringkik di balik peron kereta
Tentang pemulung menggulung ibukota
Tentang si miskin mengantung batu di lambung
Tentang penguasa menanam pohon besi menjalar di kota- kota
 

Jempol mengapit  telunjuk dan jari tengah
Pena dihantam kemarau tinta
Sajak- sajak tersangkut di awan panas
Suara lantang mulai parau meracau
Teriakan para jelaga ditelan puting beliung

Jempol dalam gemgaman  kebas menulis deritamu
Imajinasi mentok di lagit kekuasaan
Curahan kritik membasahi  buah pena
Idealis  ditabalkan pada untaian akasara

Jempol mengapit telunjuk dan jari tengah
Kelingking bergoyang mengikuti irama bait
Rima berdendang riang mengiringi nada dan rasa


Ratusan goresan telah kuukir tentang mu kawan
Tetapi dunia tetap congkak dan rakus melihat deritamu

Lhokseumawe,  November 2023

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun