Mohon tunggu...
Felix Tani
Felix Tani Mohon Tunggu... Lainnya - Sosiolog Pertanian dan Pedesaan

Sedang riset pertanian natural dan menulis novel anarkis "Poltak"

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Daun Pisang untuk Net-Zero Emissions

24 Oktober 2021   23:44 Diperbarui: 25 Oktober 2021   00:10 322 21 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Daun pisang, pembungkus berwawasan net-zero emissions (Dokpri)

Kerjakan lebih dahulu satu soal ujian kelas enam SD Lalijiwo berikut dengan cermat. Baru kemudian baca selanjutnya.

Soal: Pembungkus lemper ayam yang bersifat bersih gas buangan (Net-Zero Emissions) adalah: [a] kertas roti, [b] plastik, [c] daun pisang, [d] jawaban a, b, dan c benar.

Ah, kamu lelet banget. Keduluan oleh Joko, seorang murid kelas enam SD Lalijiwo. Jawaban Joko:  [c] daun pisang. Tepat!

Apakah Joko sedemikian cerdasnya, sehingga bisa menjawab cepat dan tepat? 

Tidak! Joko hanya berpatokan pada tradisi yang diikuti simboknya. Lemper, panganan ketan berisi cacahan daging ayam bumbu, itu selalu dibungkus simboknya dengan daun pisang. Kalau tak begitu berarti ..., entahlah.

Joko tidak tahu. Lemper berbungkus daun pisang itu adalah bentuk kearifan lokal tentang ramah lingkungan. Jangan merusak tanah, air, dan udara yang memberimu hidup. 

Daun pisang, bungkus lemper, itu hasil bumi. Murni hasil proses biologis. Tanpa emisi atau buangan aneka gas rumah kaca -- semacam karbondioksida, metana, dan nitrooksida  -- yang bersifat merusak ke udara atau atmosfir.

Sebaliknya dengan kertas/plastik. Proses produksinya di pabrik melepas gas rumah kaca ke udara.  Proses produksi kertas bahkan menggunduli hutan. Itu menurunkan daya serap bumi terhadap gas rumah kaca.

Lemper ayam dibungkus daun pisang dan kertas roti (Foto: cookpad.com)
Lemper ayam dibungkus daun pisang dan kertas roti (Foto: cookpad.com)

Lemper ayam bungkus plastik (Foto: cookandrecipe.com)
Lemper ayam bungkus plastik (Foto: cookandrecipe.com)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan