Wahyu Catur Prasetyo
Wahyu Catur Prasetyo Mahasiswa dan Freelancer

MC (Emcee), Model, English teacher, Duta Donor Darah PMI Kota Yogyakarta 2016, L-TransforMen L-Men 2010

Selanjutnya

Tutup

Olahraga Artikel Utama

9 Tips Memulai "Gym" untuk Pemula

11 Mei 2017   21:56 Diperbarui: 12 Mei 2017   18:01 7908 1 1
9 Tips Memulai "Gym" untuk Pemula
Ilustrasi/Kompasiana (Shutterstock)

Kompasianer, apakah Anda ingin memulai berolahraga nge-gym (fitness) di gym? Jika iya, sepertinya Anda harus mulai membaca tulisan saya ini, hehe.

1. Mencari Pengetahuan tentang Gym

Sebelum memulai gym di fitness center, ada baiknya Anda mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai olahraga dari berbagai sumber. Majalah, buku, artikel di internet, ataupun video-video latihan di Youtube yang membahas mengenai gym untuk pemula sudah bisa Anda dapatkan dengan mudah saat ini. Beberapa fitness icon seperti Ade Rai, Jansen Ongko, Halim Tsiang, Adrian Maulana, Chef Edwin, Bobby Ida, ataupun Akram Askar sering berbagi pengetahuan mereka mengenai fitness, gym, dan pola makanan dengan rutin di media sosial mereka. Bahkan beberapa di antaranya sudah ada yang menulis buku tentang hal ini. Biasanya pemula gym seperti Anda akan merasa bingung dengan contoh gerakan yang baik. Nah, para inspirator ini memberikan ilmunya untuk Anda. Jadi, perkaya pengetahuan Anda terlebih dahulu sebelum memulai gym.

Bicep curl (Dokumentasi Pribadi)
Bicep curl (Dokumentasi Pribadi)

2. Membuat Jadwal Latihan

Buatlah jadwal latihan dan patuhilah. Dalam seminggu, Anda disarankan untuk berlatih maksimal 4 kali seminggu karena Anda baru pemula. Jika Anda sudah lebih mahir sih bisa sampai 5 atau 6 kali seminggu. Nah, jadwalnya bisa seperti ini; hari Senin Anda melatih dada, triceps, dan perut atas, Selasa Anda berlatih punggung, biceps, dan perut bawah, hari Kamis latihan kaki, bahu, dan perut samping, serta hari Jumat yang Anda latih dada, triceps, dan perut. Kemudian patuhilah jadwal yang sudah Anda susun tersebut.

Bench press (Dokumentasi Pribadi)
Bench press (Dokumentasi Pribadi)

3. Membuat Target yang Realistis

Body goal seperti apa yang ingin Anda capai? Apakah seperti Ade Rai yang besar penuh dengan bongkahan otot? Atau seperti model-model majalah kesehatan yang mempunyai lean muscle? Atau... ini khusus bagi Anda Kompasianer wanita, Anda ingin mempunyai badan kencang, sintal, dan atletis seperti Melanie Putria, Maria Selena, atau Kamidia Radisty? Tentukan target yang realistis ya, Kompasianer. Maksud saya, jika Anda ingin menurunkan lemak tubuh Anda bagi Anda yang merasa gemuk, target realistisnya adalah Anda bisa turun 1-1,5 kg per minggu. Bukannya turun 5 kg seminggu ya. Sementara bagi Anda yang ingin menambah massa otot, menambah massa otot 500 gram seminggu itu masih realistis kok.

4. Jaga Nutrisi Makanan

Yup, menjaga nutrisi makanan, Kompasianer. Rule utamanya sih “Tinggi protein, medium karbohidrat, dan rendah lemak”. Dan hal ini adalah hal tersulit, Kompasianer, hehe. Tapi bukan berarti menjadi alasan untuk tidak mengatur dan menjaga nutrisi makanan ya.

5. Suplemen? Lihat Lagi ya

Nah, suplemen ini selalu menjadi pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh pemula, seperti “Suplemen apa yang paling cepat untuk membesarkan otot?”. Sesuai dengan namanya, suplemen adalah bahan tambahan makanan. Jadi, atur pola makan Anda terlebih dahulu, Kompasianer, karena suplemen itu hanya tambahan saja.

6. Menjadi Member

Menjadi member di tempat gym akan memaksa Anda untuk berlatih. Karena akan sayang uang yang Anda keluarkan untuk membayar membership jika tidak Anda gunakan membership tersebut. Iya kan?

7. Carilah Gym Buddy

Apa itu gym buddy? Gym buddy adalah teman sesama anggota di tempat gym di mana Anda berlatih tersebut, yang bisa Anda ajak berlatih bersama. Dengan mempunyai gym buddy, Anda akan merasa punya hutang janji dengan gym buddy Anda tersebut ketika Anda melalaikan jadwal berlatih Anda di gym. Selain itu, gym buddy ini akan menjadi parameter keberhasilan Anda berlatih, semisal dia sudah pernah mengikuti suatu perlombaan body contest, Anda dapat menjadikan dia sebagai inspirasi untuk juga bisa mengikuti perlombaan yang sama.

Gym buddy (Dokumentasi Pribadi)
Gym buddy (Dokumentasi Pribadi)

8. Menyewa Personal Trainer

Yang ini tidak wajib Anda lakukan. Tapi karena Anda pemula, memang sebaiknya Anda dipandu oleh personal trainer profesional. Mereka akan menyusun jadwal latihan terbaik untuk Anda, Kompasianer. Mereka juga akan bersedia membantu Anda untuk melakukan gerakan yang benar saat berlatih.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi

9. Disiplin dan Sabar

Dua hal ini yang harus Anda lakukan sepanjang waktu ya, Kompasianer. Ingat, semua usaha harus ada proses, tidak ada yang instan kecuali mie dan bubur, hehe. Jadi, jika seminggu Anda belum mendapatkan perubahan dalam tubuh Anda, ya sabar saja. Evaluasi pola latihan, pola makan, dan jam istirahat Anda, Kompasianer. Kemudian tumbuhkan semangat lagi untuk berlatih ya. Saya saja dulu dalam menurunkan berat badan 12 kg membutuhkan waktu 3 bulan, karena target saya tidak hanya menurunkan berat badan saja, Kompasianer, tapi juga menaikkan massa otot. Jadi, nikmati prosesnya ya, Kompasianer.

Semangat ya, Kompasianer!