Mohon tunggu...
Mira Miew
Mira Miew Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis adalah dunia saya, bagian hidup saya

Goweser, Traveller

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Memodifikasi Sepeda Tua Menjadi Seperti Sepeda Baru

2 Oktober 2021   21:55 Diperbarui: 5 Oktober 2021   01:02 609 7 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sepeda tua yang terlihat baru setelqh dimodifikasi. Foto : dokumentasi pribadi

Seseorang pasti memiliki kendaraan impian yang bisa membuat nyaman saat mengendarainya.

Tidak hanya membeli kendaraan baru dan dengan kecanggihan yang ada di spesifikasi kendaraan tersebut namun bisa juga memodifikasi kendaraan yang sudah dimiliki yang hasil modifikasinya tentu bisa memuaskan yang punya kendaraan tersebut. 

Memodifikasi kendaraan bukan hanya sekedar memboroskan uang semata karena memang tidak bisa dipungkiri bahwa memodifikasi kendaraan tentunya memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Banyak alasan kenapa seseorang memodifikasi kendaraannya seperti ingin menghasilkan proses kreativitas dan ide seni melalui kendaraan yang dimodifikasi, agar terlihat keren, agar nyaman, memperluas hubungan sosial melalui komunitas modifikasi kendaraan ataupun karena alasan terlanjut sayang dengan kendaraan tersebut.

Namun memodifikasi kendaraan khususnya kendaraan bermotor, ada aturannya dan tidak asal sembarangan memodifikasi.

Menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, menyebutkan bahwa modifikasi yang dimaksud adalah modifikasi dimensi, mesin dan kemampuan daya angut namun tidak boleh membahayakan keselamatan berlalu lintas serta merusak lapis perkerasan/daya dukung jalan yang dilalui.

Memodifikasi kendaraan tidak hanya terjadi pada mobil ataupun motor namun juga sepeda. Berhubung kendaraan pribadi saya adalah sepeda, saya pun termasuk yang memodifikasi kendaraan kesayangan saya tersebut.

Ketika memiliki sepeda Mountain Bike, saya tidak memodifikasi sepeda saya karena buat saya saat itu sepeda yang saya miliki sudah membuat saya nyaman meskipun dari segi material rangka sepeda terasa berat ketika digunakan karena materialnya masih berupa rangka besi. Karenanya saya merasa sepeda itu sudah mampu membantu saya menjelajahi baik itu perkebunan ataupun area pegunungan.

Namun lain cerita ketika saya pindah haluan memilih berhenti bersepeda menjelajah ke gunung dan pindah bersepeda untuk ke kantor dan untuk berkeliling kota maupun bersepeda antar kota.

Demi mewujudkan impian touring saya yaitu bersepeda Purwakarta-Jakarta, saya memutuskan untuk menjual sepeda MTB saya dan menggantinya dengan sepeda besi bermerk "Federal"

Tidak apa-apa ya saya menyebutkan merk tersebut karena pabrik sepeda " Federal" sudah berhenti produksi sejak tahun 1996.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobi Selengkapnya
Lihat Hobi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan