Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... "write and share for empowering, peace and justice"

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.online | www.pikir.net | www.globalwarming.web.id | www.minahasa.xyz | www.mimbar.online |

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Tak Tega Meninggalkanmu

6 Juni 2020   16:53 Diperbarui: 6 Juni 2020   16:51 52 23 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tak Tega Meninggalkanmu
 ||pict from: dgreetings.com|| 

Akhirnya, dalam gelisah tiada tara 
   dan dilema tak bernada 
Aku mengetuk palu keputusan: 
   "ku akan tetap bersamamu" 

Terlalu sakit raga ini untuk meninggalkanmu
Dirimu telah menjadi nadi hidupku
Setiap detak nadi ini, ada nada indah suaramu,
   melantumkan syair inspirasi hidup
   dalam buah kalam sang dekar kata  

Terlalu menyayat hati untuk meninggalkanmu
   ketika cinta tak mau beranjak,
   mencumbu kata, menghisap makna
Bisakah cinta berpisah dari raga?
Itu sama artinya bunuh diri!
Hati adalah organ pembawa hidup 

Tak tega meninggalkanmu
Setelah ruang kenal dalam gawai
   makin mendekatkan kita
Tak tega meninggalkanmu
Meskipun waktu tak bersahabat,
   dan berkukuh membangun tembok pemisah

Tak tega meninggalkanmu,
Kompasiana dan Kompasianer....

Salam Beyond Blogging
Salam cinta literasi inspirasi 


***

Kompasiana, 060620 [sebuah versi fiksiana dari konten: WFH-SAH Berakhir, Selamat Tinggal Kompasiana?
Terimakasih untuk para Kompasianer yang selalu memotivasi dan menginspirasi

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x