Mohon tunggu...
Meidy Yafeth Tinangon
Meidy Yafeth Tinangon Mohon Tunggu... Lainnya - β–  π»π‘œπ‘π‘–: 𝑀𝑒𝑛𝑒𝑙𝑖𝑠 π‘‘π‘Žπ‘› π΅π‘’π‘Ÿπ‘π‘Žπ‘”π‘– πΎπ‘Žπ‘‘π‘Ž β–  π‘Šπ‘Ÿπ‘–π‘‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ π‘ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’ π‘“π‘œπ‘Ÿ π‘–π‘›π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘›π‘” π‘Žπ‘›π‘‘ π‘’π‘šπ‘π‘œπ‘€π‘’π‘Ÿπ‘–π‘›π‘”. πΉπ‘œπ‘Ÿ π‘ π‘π‘–π‘Ÿπ‘–π‘‘, π‘π‘’π‘Žπ‘π‘’ π‘Žπ‘›π‘‘ 𝑗𝑒𝑠𝑑𝑖𝑐𝑒

www.meidytinangon.com | www.info-pemilu-pilkada.blogspot.com | www.pikir.net | www.globalwarming.blogspot.com | www.minahasa.blogspot.com| www.mimbar.blogspot.com |

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Kuatir

20 April 2020   22:13 Diperbarui: 20 April 2020   22:30 285 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
foto: chicagognosis.com

Malam ini...

Ragaku tak berdaya....
Nyeri menikam tubuhku...

Nurani insani menjerit...
Alam pikir tak setimbang...

Sesuatu membuatku takut...
Kuatir !!!

Bola mata enggan menutup...
Kuatir !!!

Kucoba tenangkan diri
mencari cara hapus rasa ini


Namun

Tak ada cara yang bisa kutempuh
Selain berdoa, pasrah berserah

Segala asa dan cita
Segala kuatir insani

dalam genggam tanganMu
Tuhan ...

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan