Mohon tunggu...
Mas Sam
Mas Sam Mohon Tunggu... Guru - Guru

Membaca tulisan, menulis bacaan !

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Kang Suto Menangis Melamar Janda

17 Desember 2020   00:19 Diperbarui: 17 Desember 2020   01:56 195
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Seorang dukun pelet terkenal pemegang gelang Dukun of The Year menangis? Kenapa? 

Seumur-umur sebagai laki-laki Suto belum pernah mengeluarkan air mata. Menangis. Penderitaan sampai yang paling pahitpun pernah dia rasakan. Kang Suto tetap tegar. Sepeninggal bapaknya dia hanya tinggal bersama ibunya yang miskin.

Bermaksud mencari penghidupan dia pergi ke kota. Tanpa bekal keahlian formal sedikitpun. Bertahun-tahun dia hidup menggelandang. Tidur di emperan toko, di bangunan los pasar bahkan di kolong jembatan. Kang Suto dengan gagah menjalani hidup yang getir. Tanpa keluar air mata.

Kenapa hanya oleh Sri, seorang janda kembang, dia mengeluarkan air mata? 

                                       **

"Kamu sudah mantab le mau melamar Sri?" tanya ibunya ketika dia mengutarakan niatnya meminang janda pujaannya itu.

"Sudah bu." jawabnya penuh keyakinan.

"Nggak nyesel kamu dapat janda?"

"Memang apa bedanya gadis atau janda, bu?"

"Ya sudah kalau kamu sudah yakin. Besok kita minta tolong pak dhe untuk melamarkan Sri."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun