Mohon tunggu...
Marudut Parsaoran Anakampun
Marudut Parsaoran Anakampun Mohon Tunggu... Hidup harus berekspresi, menulis dan berpikir.

Perjalanan hidup sesorang dimulai dari titik nol dan terbentuk sendiri oleh alam dan lingkungan. Perjalan hidup akan membentuk jati diri dan karakter . tanpa disadari kita akan dipaksa untuk membuat suatu pilihan, pilihan itu yang akan menentukan siapa kita. jiwa dan raga akan berjalan beriringan namum tidak akan bersatu. tetapi dalam satu titik ada masa untuk bertolak belakang.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Ibu

22 Desember 2020   15:24 Diperbarui: 22 Desember 2020   16:17 64 4 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ibu
Dokumen pribadi


Sulit rasanya menorehkan tulisan ini, serasa berat jemari ini mengungkapkan rintihan jiwa

Menuliskan senyum indah raut wajah mu ibu. Cinta tulusmu tak dapat digambarkan. Bahkan pikiran  tak mampu membayangkan cinta tulusmu. 

Kisah cinta seorang ibu. Melahirkan anak kedunia. Merelakan raga untuk diecap. Dirobek bahkan di hisap. Dikuras habis seluruh tenaga mu. Sakit teramat sakit.  Untuk sibuah hati.

Ucapan apa yang harus dipersembahkan mengobati rasa sakitmu. Kamu lahirkan -Ku ke dunia, ditimang dan dibesarkan.

Rasanya air mata yang keluar tidak cukup mengobati sakitnya sobekan itu.  Kata-kata yang terungkap tidak cukup untuk membalas rintihan itu.

Nyawa sebagai taruhan melahirkan anak kedunia. Nafas di ujung kematian pun dikau tak merasa gentar.

Lalu dengan cara apa akan membalas cinta kasih mu. 

Waktu ini hanya sebatas pengingat, tidak cukup untuk membalas rasa sakitmu.

Harta dunia apa yang patut dipersembahkan untuk mu ibu. ? Tentu tidak akan pernah ada.

Selamat hari Ibu, jasamu sungguh tak terhingga. Untuk selamanya.

Salak. 22/12/2020

Marudut Parsaoran Anakampun

VIDEO PILIHAN