Mohon tunggu...
MomAbel
MomAbel Mohon Tunggu... Apoteker - Mom of 2

Belajar menulis untuk berbagi... #wisatakeluarga ✉ ririn.lantang21@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kursi Pagi

3 September 2021   06:00 Diperbarui: 3 September 2021   05:59 95 12 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kursi Pagi
Perempuan duduk di kursi pagi (Foto : pixabay.com/misskodak)

Kursi Pagi

Rinai hujan menyambut pagi, disahuti kicau burung di atas dahan. Nyanyian alam dalam kesunyian. Lembaran hari baru terbuka di depan.

Perempuan itu melangkahkan kaki untuk menjerang air panas. Tangan menuang kopi dalam cangkir diikuti seduhan air panas.

Seperti hari-hari lalu, kursi di halaman belakang telah menanti. Bukan hanya ingin ditemani. Suatu kali dia berbisik kepada udara pagi. Dia ingin disambut dengan senyum. Bukan muka muram dan masam.

Baiklah. Khusus pagi ini perempuan itu mengulas senyum untuknya dalam nikmat secangkir kopi. Tak perlu kau tanyakan arti senyumnya. Dia sedang merasa dalam pejam mata.

Kursi pagi bahagia. Lupa selupa-lupanya akan hari-hari penuh luka. Udara pagi ini telah menerbangkan kesedihannya. Dia tak lagi berbisik pada udara pagi. Tapi bersenandung lagu cinta.

Perempuan itu masih duduk termenung. Kursi pagi diam menunggu baris kata. Lama tak ada suara. Tetiba meluncur dari bibir mungil perempuan itu. Dalam lirih tak berdaya, "Keparat itu sudah pergi!"

Kursi tercengang tak percaya. Dalam samar dia tersenyum bahagia. Tak ada lagi yang menendangnya.


Ruang Sunyi, 3 September 2021

* Untuk semua perempuan yang layak dicintai tanpa kecuali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan