Mohon tunggu...
wafak garwanagari
wafak garwanagari Mohon Tunggu... manusia, masalah manusia

hakikatnya laki2 sebagai penikmat segitiga, menerima tebengan pemburu senja. @mwafakalmusman @nggonem_coffee

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Paruh Baya

22 Februari 2020   20:49 Diperbarui: 22 Februari 2020   21:04 36 6 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Paruh Baya
si mbah| Garwanagari

derita menjelang malam dengan sajak-sajak  kerinduan, rindu menggemma dibawah untaian kata. kaya rasa sepenuh jiwa. 

langit membawa pesan. dengan bibir hitam kelabu. bahwa rintihan air akan jatuh di pelupuk mata. mengalir deras mengguyur sekujur tubuh manusia. dan hilang seketika.

seorang nenek paruh baya.bagai tempurung kelapa. bergumam lirih sambil meremas tongkat didepan dada. berjalan menelusuri jejak kaki lalu lalang.

waktupun berubah. langit mulai gelap tidak ada pancaran sang surya. hujan dan angin menghayutkan pandanganku pada nenek paruh baya.

kuteringat, matanya yang sembab dan bercahaya. bibirnya berbicara dengan tabir kebisuan. 

pada saat yang sama aku merenungi , manusia hidup dalam ambang ambang kematian. berbicara bagai petir tetapi hidup bagai pohon tak berakar. bagai air berhenti dipenghujung rawa-rawa kebajikan. 

Sabtu 22.02.2020

Bojonegoro

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x