Mohon tunggu...
Vriska Liska Sihombing
Vriska Liska Sihombing Mohon Tunggu... Berjuang dengan Telibat

Mahasiswi STIE Sultan Agung Pematangsiantar Sekretaris Jenderal (SekJend) Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pematangsiantar Santo Fransiskus dari Assisi Periode 2018-2019

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Waktuku

9 Mei 2019   18:58 Diperbarui: 9 Mei 2019   19:10 0 3 2 Mohon Tunggu...
Puisi | Waktuku
dokpri

Waktu terus berjalan dengan kemampuannya.
Tidak ada yang salah dengan itu.
Waktu terus berjalan beriringan detik, menit dan jamnya.
Dan memang begitulah waktu.

Waktu, mengapa kau begitu egois?
Membiarkan semua melihatmu.
Waktu, mengapa kau begitu egois?
Membiarkan semua tidak melihatmu.

Apa yang harus kuingat saat detikmu berlari?
Apa yang harus kulihat saat menitmu berjalan cepat?
Apa yang tersisa untuk kunikmati saat jammu telah berpindah?

Waktu, aku ingin menyebutmu dengan waktu.
Aku tidak memintamu untuk suka atau tidak suka, mengapa aku memilih kata itu.
Biarkan aku yang mencoba menjabarkanmu.
Dan keegoisanmu. Hai kau siwaktu

Tahun-tahun telah berlalu.
Aku masih disini bersamamu.
Memandangimu dari segala sudut mampuku.
Aku bebas mengartikan semua yang ada padamu.
Aku begitu yakin disetiap seginya adalah aku.

Waktu kau begitu egois.
Kau membiarkan semua melihatmu.
Seperti yang kukatakan diawal.
Kau membiarkan bukan saja hanya aku.
Tetapi semua mahkluk ciptaan penciptamu.

Kau membiarkan dunia melihatmu.
Entah dari segi manamu.
Pernah dunia kagum melihatmu.
Wahai kau waktuku.
Dan saat-saat seperti itu.
Aku merasa tak memilikimu.

Waktuku, kita telah lama bersama.
Bahkan disetiap waktuku.
Tidak dapat kuingat berapa kali kau bersamaku.
Dan berapa kali kau bersama-sama denganku.

Kita menghabiskan banyak waktu.
Untuk banyak hal yang memegahkanmu.
Dan banyak hal yang menciutkanku.
Untuk banyak hal yang membangunmu.
Dan banyak hal yang coba meruntuhkanku.
Dan hal itu terjadi begitu saja.

Aku tidak tahu apakah itu kerjasamamu
Dengan dunia ini.
Atau kerjasama dunia ini denganku.
Sebab hal itu terjadi bergantian.


Kita telah lama bertautan untuk hal-hal itu.
Bisakah kita hanya melepaskan saja kelelahan itu?
Bisakah kita beranjak membicarakan waktu depan saja?

Waktuku, untuk semua yang telah terjadi.
Apakah aku harus marah?
Bolehkah aku marah?
Layakkah aku memarahimu?

Aku tak benar-benar pantas untuk memarahimu.
Aku hanya memarahi, memarahi keadaan saat itu.
Dan itu bukan marahku yang pertama.
Bahkan aku capek kalau marah begitu.Aku hanya meminta kerjasamamu waktu.
Tidak ada yang berubah dari waktu.
Begitu juga diriku. Inilah aku.
Perkenankan aku melayakkanmu.
Dan berkenanlah melayakkan aku.

Kita harus bersama-sama dan bekerjasama dengan waktu. Dan bahkan untuk waktu yang masih panjang lagi. Berdirilah tegar.

Aku mengingat waktu. Aku mengingat dirimu.

Sore hariku di Pematangsiantar.
Pada tanggal 09 bulan Mei Tahun 2019

Salamku,
Vriska Liska Sihombing

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x