Mohon tunggu...
Lidia Ratnasari Parampai
Lidia Ratnasari Parampai Mohon Tunggu... Pegiat Literasi di Forum Lingkar Pena ( FLP) Unismuh Makassar

Puisi adalah nyawa bagi katakata yang takut bersuara

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Abu-abu

13 Juni 2019   20:07 Diperbarui: 13 Juni 2019   20:20 0 2 0 Mohon Tunggu...
Puisi | Abu-abu
pixabay.com

Gelapmelahap cahaya langkahku

Membutakanbatin penuh noda

Terjerembabaku dalam liang dosa

Kehilanganarah tempat bersimpuh

 

Tangan-tanganlembut berkhianat

Terbahakdengan kepolosanku

Bertopeng,memainkan drama kepalsuan

Di depankuserupa malaikat

Malaikatyang hendak menikam

Dan akubenar-benar rebah ditebas krhancuran

 

Ia adalahputih yang tak jelas

ketika hitamhadir samar-samar 

Membelah duawajah,

Berwajahdua.

Barru, 13Juni 2019 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x