Mohon tunggu...
Latifah Maurinta
Latifah Maurinta Mohon Tunggu... Penulis Novel

Nominee best fiction Kompasiana Awards 2019. 9 September 1997. Novel, modeling, music, medical, and psychology. Penyuka green tea dan white lily. Contact: l.maurinta.wigati@gmail.com Twitter: @Maurinta

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

[Melodi Silvi] Garis Pemisah Cinta dan Benci

19 Maret 2018   07:25 Diperbarui: 19 Maret 2018   08:48 0 14 9 Mohon Tunggu...
[Melodi Silvi] Garis Pemisah Cinta dan Benci
powerofpositivity.com

Pesawat mendarat mulus. Waktu yang dinanti para penumpang pesawat. Saat mereka tiba di tempat yang dituju. Tak terkecuali oleh empat pria tampan metropolis ini.

Pelataran bandara tetiba dipenuhi atmosfer rasa ingin tahu. Semua mata tertuju ke arah empat pria itu. Satu pria Chinese, tiga lainnya setengah bule.

"Permisi," Anton berkata sopan. Tersenyum pada sejumlah wanita bertubuh tambun berpenampilan super glamor yang menghalangi jalan.

Mereka menepi. Demi melihat siapa yang lewat, mata wanita-wanita berumur itu melebar. Anton tetap tersenyum. Ekspresi Albert sedingin baja beku. Calvin dan Revan terlihat tenang.

"Mereka terpesona pada kita," bisik Revan setelah agak jauh dari kerumunan wanita itu.

"Maybe. Sudahlah, tak usah dipikirkan." tukas Calvin singkat, menutup tabnya.

Sementara itu, Albert stay cool sambil memainkan smartphonenya. Ia membuka website milik Calvin. Rupanya Calvin baru saja meng-update isi melodisilvi.com dengan artikel terbarunya.

"Sepi yang Bukan Kesepian." Albert membaca keras-keras judul artikel itu.

"Wow, great. Nanti aku baca." Anton dan Revan berucap nyaris bersamaan.

Belum sempat Calvin menanggapi, kedatangan Adica mengalihkan atensi. Segurat senyuman terlihat di wajah letihnya. Diambilnya travel bag mereka, lalu berkata.

"Wellcome back."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
KONTEN MENARIK LAINNYA
x