Mohon tunggu...
Acek Rudy
Acek Rudy Mohon Tunggu... Konsultan - Palu Gada

Enterpreneur, Certified Public Speaker, Blogger, Author, Numerologist. Mua-muanya Dah.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Makna Tiang Barbershop, Dulunya Juga Tempat Operasi Bedah

17 November 2021   05:41 Diperbarui: 17 November 2021   05:45 161 19 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi Makna Tiang Barber Shop, Dulunya Tempat Operasi Bedah (sumber gambar: hai.grid.id)

Alkisah seorang pria sedang menggunting rambut pada sebuah barbershop. Di sampingnya tampak seekor anjing dengan lidah yang terjulur keluar, lengkap dengan liurnya. Sang pria pun menanyakan kepada tukang gunting rambut,

"Untuk apa si anjing berada di sana menatapku?" Tanyanya.

"Untuk jaga-jaga saja seandainya daging pada telingamu terpotong, ia bisa langsung melahapnya," jawab sang tukang gunting rambut santai.

Tentunya candaan ini tidak nyata. Bagaimana mungkin alat gunting rambut bisa memotong daging di telinga. Tapi, andaikan dulu para tukang potong rambut juga bisa memotong daging manusia, akankah kamu tercengang?

**

Tidak perlu ditanyakan lagi, tiang dengan warna merah, putih, biru yang berbentuk melilit adalah tanda dari barber shop yang dikenal umum. Penggunaannya bahkan dikenal di seluruh dunia.

Ternyata ada sejarahnya. Awal mulanya tiang warna tersebut bukanlah yang dijadikan penanda. Tapi, tempat jemuran perban bekas berlumuran darah yang selalu digantung di depan halaman barbershop. Bentuknya putih merah dan melilit, karena terkena angin.

Pemandangan aneh ini juga terlihat menjijikkan. Akhirnya tanda yang sudah identik dengan barber shop itu pun diubah. Bukan lagi kain perban penuh bekas darah yang bergelantungan, tapi menjadi tiang berwarna putih yang dicat merah dan biru. Pada ujung atas dan bawah dibuat berbentuk baskom.

Artinya apa?

Warna putih adalah warna perban. Berlumuran darah, makanya ada warna merahnya. Sementara warna biru melambangkan pembuluh urat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan