Mohon tunggu...
Gunawan Wibisono
Gunawan Wibisono Mohon Tunggu... Administrasi - Palembang, Sumatera Selatan

puisi adakalanya menggantikan rembulan diwaktu malam dan hadir menemanimu di siang hari tatkala hatimu gundah maka aku adalah puisi.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Bima yang Kali ini Tak (Lagi) Sakti

10 Oktober 2022   01:19 Diperbarui: 10 Oktober 2022   01:43 109
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

(1)

Dengan andalan sebelas kuku tajam pancanakanya

Bima menerjang medan laga bharatayuda dengan jumawa

Gada Rujakpolo sakti tersemat disebalik pinggangnya

Kepercayaan dirinya lagi tinggi 'tuk memenangkan laga 

(2)

Kuku-kuku pancanaka bima tampak tajam terhunus

Berkelebatan bak kilat di langit malam memburu mangsa

Namun sang lawan kiranya gesit berkelit menghindar

Mereka tak gentar dengan reputasi sakti bima nan perkasa

(3)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun