Mohon tunggu...
Kayla Elfreda
Kayla Elfreda Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

22107030031 UIN Sunan Kalijaga

Selanjutnya

Tutup

Joglosemar Pilihan

Jogja Heritage Track: Belajar Sejarah Sambil Keliling Kota Jogja

26 Februari 2023   13:18 Diperbarui: 26 Februari 2023   17:57 841
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sepasang Bus berkonsep panoramic view dengan desain kekinian milik Dinas Kebudayaa (Kundha Kabudayan) DIY, telah setahun lalu lalang di garis sumbu imajiner atau sumbu filosofis Daerah Istimewa Yogyakarta. Sepasang Bus Jogja Heritage Track (JHT) bernama Bus Kraton dan Bus Malioboro ini bisa dinikmati gratis oleh umum dengan memesan di https://jogjaheritage.com/

Kedua Bus ini selalu diminati oleh masyarakat Yogyakarta. Pesan konsep sumbu filosofis DIY menuju warisan dunia kepada masyarakat umum berusaha disampaikan dengan baik melalui berbagai media termasuk Bus JHT ini.

Kehadiran dari bus Jogja Heritage Track (JHT) ini bertujuan untuk memberikan edukasi wisatawan maupun masyarakat lokal terkait sumbu filosofi sebagai warisan dunia yang berada di Yogyakarta dengan cara yang lebih asik.

Sumbu Filosofi adalah sumbu imajiner berupa garis lurus ditarik dari Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, dan Tugu Pal Putih (Tugu Golong-gilig) atau yang sering dikenal dengan istilah 'Tugu Jogja'.

Bus dengan desain yang unik dan kekinian ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mengenal Kota Yogyakarta sebagai kota budaya yang dibangun dengan penuh filosofi. Bus ini diresmikan pada Bulan Mei 2022 lalu dan mulai beroperasi dan dibuka untuk umum per 2 Juli 2022. 

source : dokumen pribadi
source : dokumen pribadi

Edukator Jogja Heritage Track Ratna Wahyuningtyas menjelaskan tujuan program ini adalah untuk menyosialisasikan hal-hal yang berkaitan dengan sumbu filosofi ke masyarakat luas.

"Sangkan, Paraning, dan Dumadi bercerita tentang asal mula kehidupan manusia dan bagaimana manusia akan kembali ke Sang Pencipta. Tergambar dalam sumbu filosofi, yaitu garis yang menghubungkan Tugu Jogja, Keraton Jogja, dan Panggung Krapyak," ujar Ratna.

Jogja Heritage Track memiliki misi untuk memperkenalkan Sumbu Filosofi kepada masyarakat, terutama anak muda yang belum mengenal tentang Sumbu Filosofi, dengan diajaknya berkeliling sekitar area kotga Jogja dengan naik bus ini dan ditemani edukator didalamnya untuk dijelaskan sejarah dari Sumbu Filosofi ini.

"Garis tersebut merupakan konsep Hinduistik, berhubungan dengan pemilihan tempat suci agama Hindu. Tempat untuk mendirikan kerajaan selalu menerapkan konsep ini, yaitu Tri (Tiga) Hita (Kesejahteraan) dan Karana (Penyebab)," jelas Ratna. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Joglosemar Selengkapnya
Lihat Joglosemar Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun