Mohon tunggu...
Darkim
Darkim Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengangguran Terselubung

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Cantik Itu

5 September 2022   06:37 Diperbarui: 5 September 2022   06:42 84 11 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Terjebak di bening matamu

Tak mampu berkata

Tak mampu ungkap rasa

Terlalu dalam menyelami keindahan, kecantikan itu menenggelamkan segala perumpamaan.

Hanya diam.

Ada rasa malu ketika harus mengakui bahwa aku telah takhluk sejak pandang pertama. Cukup sekali ini saja dalam hidup harus meratap dan meminta sekiranya gemuruh dada sejenak mengobati rasa kaku pada seluruh pembulu darah. Tak cukup nyali mengutarakan apa maksud di hati, terlalu naif jika jalan pikiran mampu menggambarkan segala kegemparan yang membakar.

Pada cantik itu

Pada senyum itu

Pada apa yang ku maksud sebagai penggambaran akhir tentang tersanderanya perasaan.

#####

Baganbatu,5 september 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan