Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta - Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Bunga Bakung

16 Juli 2021   06:39 Diperbarui: 16 Juli 2021   06:59 97 11 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Bunga Bakung
Pixabay.com

Di genggam erat, membiarkan diam mencabik-cabik seluruh perasaan, hawa dingin menyergap, dengung batin mengalir melewati rintih kemudian berakhir. Meninggalkan segumpal noda, putih gaun kini berbalut kecewa.

Memetik bunga bakung, mengusik sebuah nama yang dulu agung. Pernah menjadikanya setara dewa, pernah berharap sosok itu adalah arjuna dengan panah asmara. Membidik hanya sebuah jiwa, tak hianat meskipun guncangan melanda.

Engkau menyadari rintih kelopak bunga ketika terenggut mimpi? Pedih. Bahkan rasa sakit itu disimpan dalam figura besi bertenun mati. Tak seorangpun mampu memahami, betapa setiap helai mahkota adalah nyawa bagi sang hati.

Bunga bakung kiasan bagi sedih. Sendiri menanggup aib, sepi menahan luka hampir mendidih.

*****

Baganbatu, juli 2021

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x