Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Menemukan Cinta dalam Angan Empat Musim

16 April 2020   13:36 Diperbarui: 16 April 2020   13:39 32 13 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Menemukan Cinta dalam Angan Empat Musim
Dok pribadi

Musim layangan

Seperti biasa kukejar kemana engkau mengarah, teriakan dan air mata tertumpah menggenangi lapangan gersang, segulung benang tercampak di rimbunan alang-alang.

Ku temukan dirimu melayang dalam ruang hampa penuh prahara, menukik dan melambung terserah angin kehidupan membawa. Pasrah kehendak alam menunjukan takdir, di ranting mana kan menuju akhir.

Musim rambutan

Aku paling benci semut rangrang. Berwajah congkak lagi paling senang menggigit hati. Membusungkan dada siap mempertahankan secuil cinta yang ia punya.

Memerah tanda memetik sebagai hadiah, tapi semut hitam pula mendahului anganku menjamah. Bagaimana aku memeluk hatimu, sedang ribuan aksara kawat berduri ada di sana.

Musim durian

Ini pertanda atau wejangan alam. Ribuan kilometer tercium aroma mencintai tak tertandingi, hujan badai bagai simponi tanpa arti. Demi dirimu di atas singgasana, duri tajam biarkan menggores perasaan.

Terlalu lama menunggu engkau mengunjungi, durian jatuh satu persatu. Bagai menghitung berapa tahun pertemuan ini, angan akan rindu menumpuk dalam seporsi.

Musim kebakaran hutan

Sebentar lagi aku menyusulmu. Menyaksikan dahan dan ranting kelojotan terbakar, uapkan air mata dan kedukaan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x