Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Merekam Gambar Kehidupan

1 Maret 2020   14:55 Diperbarui: 1 Maret 2020   15:01 64 6 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi | Merekam Gambar Kehidupan
pixabay.com

Semakin jauh ku berjalan, terasa perbendaharaan gambar memenuhi dasar kesadaran. Setiap riak kehidupan tergambar jelas dalam ingatan, membentuk garis-garis jelas tentang makna yang hakiki. Tumpang --tindih tapi mampu memberi arti, berseliweran laksana kilat tapi memberi kesan menggores hati nurani

Usia bukan lagi deret angka yang mesti disesali. Setiap bilangan umur yang bertambah, ada ruang pendewasaan diri yang harus terlaksana. Memilah dan memilih laksana menanam dan menuai, memaknai dan memahami sering kali berdasar sekian banyak pengalaman dan gambar masa silam

Hari ini mungkin seribu dosa masih tersisa, jutaan salah senantiasa mengiringi setiap langkah. "Itu manusiawi" kata orang bijaksana, memperbaiki diri bukanlah kerja muda tanpa derita. Butuh jutaan langkah untuk membuat diri ini senantiasa waspada, mampu menjaga langkah dan lidah dari celaka

Sampai di titik mana kini aku berada, adakah kata dan langkah telah seirama? Adakah niat dan usaha telah berselancar dalam jalurnya. Uban di kepala bisa jadi pertanda saatnya akan segera tiba, tubuh yang mulai ringkih seakan isyarat untuk lebih koreksi diri

Gambar mana yang telah mempengaruhi diri, riak kehidupan seperti apa yang akhirnya memercikan kesadaran. Jutaan gambar telah terekam ingatan, mungkin saatnya aku menyelami setiap gelombang kehidupan. Seperti apa adanya, seperti hakikat dan makna di sebaliknya

Bagan batu, 1 Maret 2020

VIDEO PILIHAN