Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Puisi | Buah Hatiku, Menjadi Pelita di Saat Hampa

20 Juli 2019   12:03 Diperbarui: 20 Juli 2019   12:14 0 3 1 Mohon Tunggu...
Puisi | Buah Hatiku, Menjadi Pelita di Saat Hampa
Pixabay.com

Nak, ayah akan pulang di akhir pekan. Kan ku bawakan boneka lucu kesukaanmu, kan ku gendong dirimu melintasi rembulan. Engkau pasti telah menantiku, engkau pasti tak sabar menunggu pertemuan itu

Di setiap lorong waktuku, di sepanjang usia perjalananku, engkau adalah pelita di saat hampa, engkau perekat keutuhan sebuah cita-cita. Padamu tertumpu segala asa, hadirmu tetap hidupkan semangat tuk menjala keutamaan

Mata beningmu seakan mutiara yang menyejukan, senyum manis dan canda tawa bagai pengusir rasa lelah yang mendera. Celotehmu tak kenal waktu, tapi aku selalu menunggu saat-saat itu

Nantikan ayah di pintu depan, kan ku tumpangi cahaya sekelebatan, Kan ku tempuh perjalanan di lorong waktu. Untukmu, cahaya mata hati yang telah memberi arti hidup ini

Bagan batu 20 juli 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x