Mohon tunggu...
Kang marakara
Kang marakara Mohon Tunggu... Wiraswasta

Belajar dan mengamalkan.hinalah aku,bila itu membuatmu bahagia.aku tidak hidup dari puja pujimu

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Puisi | Lebaran, Ketupat, Opor Ayam, dan Tangisan

2 Juni 2019   13:12 Diperbarui: 2 Juni 2019   13:16 0 6 2 Mohon Tunggu...
Puisi | Lebaran, Ketupat, Opor Ayam, dan Tangisan
Pixabay.com

pagi lebaran, opor ayam mandi kuah bersantan, ketupat melipat diri di atas tikar. Semua bergembira, semua bersuka cita, ini hari bahagia

Siang datang haus menjelang, opor tersingkirkan, ketupat berselimut santan pekat menggeliat. Ini hari kemenangan, ini hari pensucian

Kitakah sang pemenang, kitakah yang suci itu. Ucapan di simpan bunyikan kesantunan, perilaku di lagukan, lagaknya seorang pemenang

layak kah kita mengklaim amalan,pantaskah mengaku sebagai pemenang. Kita tertawa kegirangan, di balik gubug reot kelaparan, kita mengaku beriman, di kolong jembatan merintih kesakitan

Bagan batu 2 mei 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x