Mohon tunggu...
Jumari Haryadi Kohar
Jumari Haryadi Kohar Mohon Tunggu... Penulis, trainer, dan motivator

Jumari Haryadi atau biasa disebut J.Haryadi adalah seorang penulis, trainer kepenulisan, dan juga seorang motivator. Pria berdarah Kediri (Jawa Timur) dan Baturaja (Sumatera Selatan) ini memiliki hobi membaca, menulis, fotografi, dan traveling. Suami dari R.Yanty Heryanty ini memilih profesi sebagai penulis karena menulis adalah passion-nya. Bagi J.Haryadi, menulis sudah menyatu dalam jiwanya. Sehari saja tidak menulis, maka dirinya akan merasa ada sesuatu yang tidak lengkap. Oleh sebab itu pria berpostur tinggi 178 Cm ini akan selalu berusaha menulis setiap hari untuk memenuhi nutrisi jiwanya yang haus terhadap ilmu. Dunia menulis sudah dirintisnya secara profesional sejak 2007. Meskipun relatif belum lama, tetapi J.Haryadi sudah berhasil menerbitkan puluhan buku dan ratusan artikel buah karyanya. Selain itu, ayah empat anak ini pun sering membantu kliennya menulis buku, baik sebagai editor, co-writer, maupun sebagai ghostwriter. Jika Anda butuh jasa profesionalnya dihidang kepenulisan, bisa menghubunginya melalui HP/WA: 0852-1726-0169 No GoPay: +6285217260169

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Ini Rasi Goreng, Bukan Nasi Goreng

30 Maret 2021   16:39 Diperbarui: 30 Maret 2021   16:53 506 16 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Rasi Goreng, Bukan Nasi Goreng
Rasi goreng hasil olahan penduduk Kampung Adat Cireundeu (sumber: J.Haryadi)

Judul tulisan ini mungkin sempat membuat Anda bingung. Mungkin Anda mengira saya akan membahas soal dunia perbintangan karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata "rasi" artinya kumpulan bintang dalam zodiak  atau artinya ilmu perbintangan (ilmu nujum) yang menganggap bahwa nasib manusia erat hubungannya dengan letak zodiaknya pada waktu ia lahir. Namun, bukan itu yang saya maksudkan! Justru saya sekarang sedang membahas soal makanan tradisional khas yang berasal dari tatar Sunda. 

Berbicara soal rasi goreng tak terlepas dari Kampung Adat Cireundeu yang terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Sebagian besar penduduknya yang berjumlah sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) mengonsumsi singkong sebagai makanan pokoknya. Kebiasaan tersebut sudah diwariskan oleh leluhur mereka sejak zaman kolonial Belanda sampai sekarang. 

Ucapan selamat datang di pinggir jalan menuju Kampung Adat Cireundeu (Sumber: J.Haryadi) 
Ucapan selamat datang di pinggir jalan menuju Kampung Adat Cireundeu (Sumber: J.Haryadi) 

Kepala Dinas Budparpora Kota Cimahi, Budi Raharja, beserta rombongan saat berkunjung ke Kampung Adat Cireundeu (Sumber: J.Haryadi)
Kepala Dinas Budparpora Kota Cimahi, Budi Raharja, beserta rombongan saat berkunjung ke Kampung Adat Cireundeu (Sumber: J.Haryadi)

Ada semacam tabu atau pantangan bagi penduduk Kampung Cireundeu untuk makan nasi dari beras. Tentu saja singkong tersebut tidak langsung dikonsumsi, melainkan diolah sedemikian rupa sehingga menjadi beras singkong yang biasa disebut rasi atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan sebutan sangueun

Kebiasaan penduduk Cireundeu tersebut membuat kampung mereka dijuluki "Dewitapa" - singkatan dari Desa Wisata Ketahanan Pangan berbasis singkong.

Suasana di Kampung Adat Cireundeu (Sumber: J.Haryadi)
Suasana di Kampung Adat Cireundeu (Sumber: J.Haryadi)

Proses pembuatan rasi cukup sederhana. Mula-mula singkong - umumnya jenis singkong racun (manihot esculenta)- yang sudah dibersihkan, lalu diparut dengan parutan konvensional dan diperas. Kemudian diambil ampasnya.  Hasil endapan perasan singkong berubah menjadi aci - bahan tepung tapioka, sedangkan ampasnya diolah menjadi rasi. 

Kang Ajat, salah satu tokoh Kampung Adat Cireundeu (Sumber: J.Haryadi) 
Kang Ajat, salah satu tokoh Kampung Adat Cireundeu (Sumber: J.Haryadi) 

Menurut tokoh adat Kampung Cireundeu, Kang Ajat, untuk menghasilkan rasi yang pulen dan berkualitas memang tidak sembarangan. Harus dipilih dari bibit singkong unggulan. Mereka biasanya memakai jenis singkong Garnawis dan singkong Karikil.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN