Mohon tunggu...
Muhammad Adib Mawardi
Muhammad Adib Mawardi Mohon Tunggu... Lainnya - Sinau Urip. Nguripi Sinau.

Profesiku adalah apa yang dapat kukerjakan saat ini. 😊

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Bukan Nasi Tahu Biasa

26 April 2024   17:04 Diperbarui: 26 April 2024   21:57 72
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi nasi tahu oleh pakgetmedia.com

Kawan, engkau boleh saja memandang
Bahwa yang ada di hadapanmu adalah makanan yang sederhana
Tapi ketahuilah, ia bukan sembarang hidangan

Ia merupakan sajian yang disuguhkan dengan penuh ketulusan
Sekalipun harus menyamar dalam rupa yang bersahaja

Saat sesuapnya telah masuk ke dalam pencecapmu
Rasakanlah butiran nasinya yang teramat lembut
Lambang kelembutan hati dari si pembuatnya
Agar juga lekas menular pada siapa saja yang melahap buah karyanya

Lauk tahu gorengnya pun tidak kalah lunak
Seakan tak ingin luput bersaing
Untuk melunakkan hati setiap manusia yang mencicipinya

Engkau boleh melengkapinya dengan sambal yang tersimpan cukup rapat
Di dalamnya teracik bebijian cabai yang menyatu bersama kecap pekat
Kau hanya kan merasa kehangatan yang pantas
Yang tak membuatmu jera untuk terus menikmatinya


Tahukah engkau mengapa sajian ini menjelma begitu istimewa
Sebab ia telah ditaburi doa ketulusan
Oleh mereka yang membuatnya

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun