Harjono Honoris
Harjono Honoris Digital Marketer

Fan of Life | Mengabadikan masa muda dengan cerbung "Tersesat di Singapura" di Kompasiana dan Wattpad | Pemuda Tionghoa Makassar | Wattpad: @harjonohonoris | Instagram: @harjonohonoris

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Puisi | Sirna Sudah Terang Dunia

18 April 2017   16:08 Diperbarui: 18 April 2017   16:16 315 2 0
Puisi | Sirna Sudah Terang Dunia
(Pixabay, falco)

Ku menuju gereja

Saat itu senja

Penuh dengan kaca berwarna

Bergambar Isa dan Salib-Nya


Pendeta mulai berkhotbah

Betapa suram jalan menuju Paskah

Anak Allah dihina

dengan tuduhan sesat, difitnah

sampai harus disalib ke Golgota


Masuk sinar sang surya

Memberi warna pada salib kaca

Merah, biru, kuning, jingga


Pendeta berkata, Isa,

dari awal Dia tahu Dia harus mati

Dia bisa menolak, tapi memilih tersiksa

Dia tidak dibunuh

Dia menyerahkan nyawa


Kuning cerah warna salib kaca

Jelas sekali salibnya

Sampai seperti ada yang tergantung disana


Semakin terbayang, Isa yang badan-Nya terluka

Semakin terbayang, Isa yang kepala-Nya berdarah

Setetes air jatuh menimpa tanganku

Kaget aku, mengira itu tetesan darah

Ternyata, itu air mata


Apakah aku menangis?

Apakah seperti murid-murid Isa yang bersedih,

Hilang harapan melihat Mesias yang mati

Ketika pesan kebangkitan masih samar-samar


Matahari mulai terbenam

Kaca berwarna cerah itu terpapar warna hitam

Salib itu semakin kelam


Pendeta berkata,

Isa menyerahkan nyawa dengan sukarela

untuk menjadi harapan bagi umat manusia

harapan itu telah nyata, dengan bangkit-Nya


Hari telah gelap gulita

Hitam sudah warna salib kaca

Sinar kaca berwarna itu telah sirna


Namun, terbit sinar baru dalam sukma

Sinar keselamatan, bagi manusia

Sinar dari Isa, dari wafat-Nya

kemudian bangkit-Nya


Sinar yang akan membawa

manusia berdosa pada Allah,

manusia berdosa tanpa hukuman,

tanpa penindasan

tanpa air mata,

ke Surga,

bagi orang percaya