Mohon tunggu...
YULIANUS JOKO KRISTIANTO
YULIANUS JOKO KRISTIANTO Mohon Tunggu... Guru - Guru

Menulis

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dunia Bersenandung Parau

23 November 2023   12:07 Diperbarui: 23 November 2023   13:38 92
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Dunia bersenandung mesra dengan gejolak amarah

Yang merasa manusia tampil  memaksa supaya menyerah
Memerkosa, membunuh, memfitnah menjadi sebuah risalah
Para hati sudah bermahkota dengan deru perang nan penuh sesah
Erangan laksana madah membentang sangat  parah
Dalam sanubari para kaum susah tertambat luka amat parah
Berkabung dalam waktu sepanjang aliran darah
Para lemah ada dalam  pelukan para pemuja amarah
Rontaan bayi,wanita hamil memelas, manula lemah
Tak menyentuh para pemaksa untuk menyerah
Sebab mereka hanya mau bermahkotakan pongah
Mereka  cipta salah jadi berkah dan marah seolah perintah  
Seruan nada indah, rintihan hamba lemah sedikitpun tak menggugah
Sebab singasana hati sudah berhiaskan sumpah serapah
Lontaran kilat api adalah musik terindah nan menggugah
Hamburan panah besi dan serpih laksana sajak-sajak  indah
Adakah dunia bersedih dengan madah nada susah  ?
Tak taulah sebab dunia ternyata suka dengan remah-remah
Yang lemah, yang susah, yang menang, yang menyerah


Semua akan terhampar ditanah dalam alunan musik nada pasrah

Rabo, 23 November 2023


Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun