Mohon tunggu...
John Lobo
John Lobo Mohon Tunggu... Guru - Pegiat Literasi dan Penggagas Gerakan Katakan dengan Buku
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Guru di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto Jawa Timur

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Gema Gerakan Katakan dengan Buku di Manggarai Barat

17 Maret 2021   22:42 Diperbarui: 17 Maret 2021   22:58 362 4 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Benediktus Nurdin menyerahkan buku kepada ibu Reniana Oktora (dok.pribadi)

Gaung gerakan pencerdasan melalui aksi bagi-bagi buku secara gratis yang dilakukan oleh anggota DPRD Manggarai Barat, Benediktus Nurdin kemarin Selasa (16/3/2021) sangat seksi artinya menarik perhatian public pasca menyimak pemberitaan di Kompasiana yang disebarluaskan melalui media sosial. 

Hal ini tentu beralasan mengingat hingga malam ini, Rabu (17/3/2021) sekitar jam 20.50 WIT ada warga yang datang ke rumahnya di Sernaru gang Familia, kelurahan  Wae Kelambu Labuan Bajo untuk mengambil buku.

"Buku-buku ini sangat membantu anak-anak di Manggarai Barat terutama sekolah yang infrastruktur internetnya belum memadai, bahkan buku yang dibagikan ini sangat mendukung program pemerintah yang dituangkan dalam Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dimana GLS ini bertujuan untuk memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti peserta didik dimana salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah aktivitas 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai" kata Benediktus dalam obrolan melalui media WhatsApp.

Salah satu warga yang berhasil kami hubungi adalah ibu Reniana Oktora seorang pendidik di Sekolah Dasar Inpres (SDI) yang berada di desa Tehong Kecamatan Kuwus sekaligus pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) St.Thomas Landong di desa Golo Lewe Kuwus Barat Kabupaten Manggarai Barat. 

Menurut Bu Reni, sapaan akrabnya bahwa dirinya tahu kalau ada kegiatan bagi-bagi buku dari Facebook. Berawal dari situ, kemudian ia mengontak Pak Dewan dan mendapatkan akses yang begitu mudah guna mendapatkan buku-buku bermutu demi mendukung aktivitas literasi di sekolahnya. Bagi ibu guru lulusan STKIP Santo Paulus Ruteng, isu literasi sangat menarik apalagi jika diterjemahkan dalam tataran implementasi.

Perjuangan ibu Reni untuk mendapatkan buku memang bukanlah hal mudah mengingat jarak tempuh dari Tehong ke Labuanbajo ibu kota Manggarai Barat cukup jauh yakni sekitar satu setengah jam dengan berjalan kaki ditambah lagi empat setengah menggunakan kendaraan umum. Total jarak yang bu Reni tempuh adalah 6 jam. 

Perlu diketahui juga bahwa Desa Tehong adalah desa yang sangat tertinggal dari infrastruktur dasar seperti saluran air, jalan, zonasi, dan segala macam kebutuhan mendasar.

"Saya tertarik sekali dengan buku-buku ini karena bisa menambah wawasan berpikir apalagi konten dan sajiannya sangat menarik dalam bentuk narasi dang gambar sehingga bisa menjadi stimulus yang baik bagi perkembangan kognitif anak" tutur guru honorer selama 14 tahun yang baru lulus tes CPNS setahun lalu.

Lebih lanjut bu Reni berkisah bahwa model penerapan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di tempatnya sangat tergantung pada kreativitas guru. Selama ini aksi literasi bagi anak masih sebatas gerakan membaca selama 15 menit saja sebelum pelajaran dimulai. 

Ketersediaan buku di perpustakaan sekolah masih sangat terbatas dan yang cukup banyak adalah buku ajar. Soal buku non pelajaran yang mendukung GLS memang ada tetapi masih sangat minim.

"Saya bersyukur dengan adanya dukungan atau pemberian buku gratis dari bapak dewan ke SDI Tehong dan kami berdoa agar bapak Dewan selalu sehat serta seluruh karyanya senantiasa diberkati Tuhan"  kata ibu Reni mengakhiri obrolan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan