Mohon tunggu...
Jeniffer Gracellia
Jeniffer Gracellia Mohon Tunggu... Lainnya - A lifelong learner

Menulis dari Kota Khatulistiwa

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Blue Diamond Affair: Sudahkah Arab Saudi Memaafkan Thailand?

7 Februari 2022   20:14 Diperbarui: 9 Februari 2022   21:27 3575
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
PM Thailand Prayut Chan-o-cha dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, 25 Januari 2022 | Foto diambil dari Saudi Royal Palace

4 orang tersebut menambah daftar warga negara Arab Saudi yang dibunuh secara misterius setelah peristiwa pencurian tersebut, dimana sebelumnya pada 4 Januari 1989 seorang diplomat juga dibunuh. 

Hingga sekarang seluruh pembunuhan tersebut tidak terpecahkan, namun kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa pemerintah Thailand tidak cukup berusaha untuk memecahkan masalah ini.

Bukan hanya warga negara Arab Saudi, kutukan berlian biru tersebut juga memakan nyawa warga negara Thailand. Ialah istri dan putra dari Santhi Sithanakan, pembuat perhiasan dari Bangkok, yang menghilang dan kemudian jenazahnya ditemukan di sebuah mobil Mercedes. 

Namun pada tahun 1993, Letnan Jenderal Cahlor kemudian dijatuhi hukuman 20 tahun penjara karena terbukti memeras dan membunuh istri dan putra Santhi.

Letnan Jenderal Chalor Kerdthes ketika ditangkap setelah terbukti memeras dan membunuh istri dan putra Santhi | Foto milik AP
Letnan Jenderal Chalor Kerdthes ketika ditangkap setelah terbukti memeras dan membunuh istri dan putra Santhi | Foto milik AP

Dampaknya ke hubungan kedua negara

Setelah kasus pembunuhan tersebut, hubungan kedua negara teruslah memburuk. Arab Saudi menghentikan seluruh visa kerja untuk warga Thailand dan juga melarang warganya untuk berlibur ke Thailand. 

Mereka yang melanggar hukum ini diangap sebagai pelangaran hukum yang serius, dimana pemerintah dapat melakukan penyelidikan, denda, hingga hukuman penjara. Untuk masyarakat Thailand yang menganut agama Islam yang ingin menuaikan ibadah haji juga dibatasi jumlahnya. 

Keputusan Arab Saudi menyebabkan menurunnya jumlah tenaga kerja Thailand disana, yang awalnya pada tahun 1989 sebanyak 150.000 hingga 20.000 orang menjadi hanya 56 orang terhitung pada Desember 2021. 

Sudahkah Arab Saudi memaafkan Thailand? 

Kedatangan Prayut ke Riyadh menjadi awal dari hubungan kedua negara yang diharapkan dapat semakin baik setelah hampir 32 tahun kebenaran The Blue Diamond Affair tidak terungkap. 

Beberapa media menyorot bagaimana kedatangan Prayut yang diam-diam, dijemput oleh wakil gubernur Riyadh yang termasuk ke pejabat berpangkat rendah, dan juga tanpa laporan TV Live yang khas akan sambutan Arab Saudi kepada petinggi negara lain. 

Pernyataan dari kerajaan Arab Saudi akan maksud dari kunjungan ini juga tidak jelas, hanya menyatakan adanya "keinginan kerajaan untuk memperkuat hubungan bersama dan membangun jembatan komunikasi dengan semua negara di seluruh dunia". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun