Mohon tunggu...
Jeniffer Gracellia
Jeniffer Gracellia Mohon Tunggu... Lainnya - A lifelong learner

Menulis dari Kota Khatulistiwa

Selanjutnya

Tutup

Kebijakan Artikel Utama

Blue Diamond Affair: Sudahkah Arab Saudi Memaafkan Thailand?

7 Februari 2022   20:14 Diperbarui: 9 Februari 2022   21:27 3575
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
PM Thailand Prayut Chan-o-cha dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, 25 Januari 2022 | Foto diambil dari Saudi Royal Palace

Hasil curiannya tersebut kemudian ia kirim menggunakan pengiriman kargo kapal, dimana ia menyusul pulang agar sampai terlebih dahulu di kampung halamannya di Provinsi Lampang, Thailand. 

Tanpa mengetahui nilai asli dari berlian dan perhiasan yang ia curi, Kriangkrai pun menjualnya dengan harga yang murah kepada seorang pembuat perhiasan asal Bangkok, Santhi Sithanakan. Santhi kemudian membeli sebagian besar berlian dan perhiasaan tersebut dengan harga yang sangat murah. 

Hilangnya berlian biru dan perhiasan palsu

Penyelidikan pun dimulai atas permintaan kerajaan Arab Saudi. Penyelidikan Polisi Kerajaan Thailand dipimpin oleh Letnan Jenderal Chalor Kerdthes yang akhirnya menangkap Kriangkrai pada Januari 1990, menginterogasi Santhi serta pengembalian sebagian besar perhiasan yang dicuri. 

Kriangkrai kemudian dipenjara selama 7 tahun, namun dibebaskan setelah 3 tahun dengan alasan ia bekerja sama dengan polisi dan telah mengaku.

Letnan yang memimpin penyelidikan tersebut kemudian terbang ke Arab Saudi, mengembalikan barang-barang yang telah dicuri.

Namun pihak berwenang dari Arab Saudi menemukan bahwa 80% dari perhiasan dan berlian telah hilang, termasuk berlian biru yang terkenal, dan sisanya yang dikembalikan adalah palsu. 

Berbagai bisikan pun menyebar diantara wartawan Thailand, dimana foto-foto dari sebuah acara penggalangan dana menunjukkan istri-istri dari pejabat Thailand menggunakan berbagai perhiasaan dan berlian yang mirip dengan barang curian Kriangkrai yang sebelumnya ditunjukkan oleh Polisi Thailand sebelum dikembalikan. 

Desas-desus ini kemudian memicu kecurigaan kerajaan Arab Saudi bahwa berlian biru dan perhiasan lainnya telah diambil oleh polisi serta pejabat Thailand untuk kepentingan mereka sendiri. 

Keluar dari penjara, Kriangkrai bekerja sebagai petani di kampung halamannya. Foto ini pada tahun 2019 | Foto milik BBC Thailand
Keluar dari penjara, Kriangkrai bekerja sebagai petani di kampung halamannya. Foto ini pada tahun 2019 | Foto milik BBC Thailand

Kutukan berlian biru

Sebulan setelah Kriangkrai ditangkap, tepatnya pada 1 Februari 1990, tiga diplomat yang bekerja sebagai pegawai visa di kedutaan besar Arab Saudi dibunuh. 

Menyusul kejadian tersebut, Mohammad al-Ruwaili yang merupakan seorang pengusaha yang terkenal akan kedekatannya dengan keluarga kerajaan Arab Saudi pergi ke Bangkok untuk menyelidiki hilangnya berlian biru tersebut. Ia kemudian hilang pada 12 Februari 1990 dan diduga telah dibunuh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kebijakan Selengkapnya
Lihat Kebijakan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun