Mohon tunggu...
Eko Irawan
Eko Irawan Mohon Tunggu... Sejarawan - Pegiat Sejarah Museum Reenactor Ngalam dan pegiat sastra monolog

Tengah Giat Membangun media baru pembelajaran sejarah melalui Monolog dan Roadshow Spirit Budaya dan Kepahlawanan di malang.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Monolog Rindu (Seri Ruang Waktu Cinta #9)

7 Desember 2022   13:03 Diperbarui: 7 Desember 2022   13:07 98
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokpri Seri Ruang Waktu cinta #9

Puisi : Monolog Rindu 


Malam itu, gerimis merayu. Menyapu rembulan sendu. Duduk sendiri dibawah temaram lampu. Ini aku, sedang merindu.


Monolog rindu jiwa kesepian. Duka lalu sulit disembuhkan. Tersayat sembilu, perih menyakitkan. Aku jadi asing, seperti orang buangan.


Sekarang, aku dan engkau. Merangkai langkah langkah sunyi. Terbius senyap. Belajar menerima tanpa prasangka. Belajar menerima apa adanya.


Kala merekah dalam gamang. Sudah suntuk dalam badai kemarin. Ini masih ada. Keping keping cinta. Disusun kembali bagai puzzle.


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun