Mohon tunggu...
I Nyoman  Tika
I Nyoman Tika Mohon Tunggu... Dosen

menulis sebagai pelayanan. Jurusan Kimia Undiksha, www.biokimiaedu.com, email: nyomanntika@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hari Raya Nyepi, Inisiasi Penyeimbangan Makrokosmos dan Mikrokosmos

13 Maret 2021   00:51 Diperbarui: 1 April 2021   09:28 646 9 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hari Raya Nyepi, Inisiasi Penyeimbangan Makrokosmos dan Mikrokosmos
ilustrasi pribadi

Hari Minggu, tanggal 14 Maret 2021, umat Hindu  merayakan hari raya Nyepi tahun Saka, 1943. Hari Raya nyepi adalah hari penting umat Hindu untuk menyambut Tahun baru Saka . 

Hari Nyepi  sesuai dengan KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR 3 TAHUN 1983,  dinyatakan dan diakui sebagai hari  libur nasional  hingga  kini. Kondisi ini merupakan bentuk pengakuan negara pada umat Hindu di Indonesia.  

Hari Raya Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka (Isakawarsa) yang dirayakan setiap satu tahun sekali yang jatuh pada sehari sesudah tileming kesanga pada penanggal 1 sasih Kedasa. Peralihan dari tahun lama ke baru. 

Umat Hindu memandang masa peralihan itu merupakan hal sensitif, saat yang mudah mendatangkan bahaya atau hal-hal yang tidak diinginkan sehingga pada masa peralihan itu perlu diadakan upacara inisiasi, untuk menyeimbangkan alam mikrokosmos dan makrokosmos.

Nyepi memiliki filosofi dimana umat Hindu memohon kepada Tuhan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa, untuk melakukan penyucian Buana Alit (manusia=mikrokosmos ) dan Buana Agung (alam dan seluruh isinya= makrokosmos). Artinya keseimbangan antara  badan manusia dalam kediriannya dengan alam lingkungannya , haruslah terjadi relasi saling menguntungkan, sesuai dengan hukum kekekalan massa, masa tidak dapat diciptakan, dan tidak dapat dimusnahkan. Artinya ketika manusia kemaruk, maka alam akan meminta dengan massa yang sama, untuk menyeimbangkan lingkungan.

Pada saat ini  Nyepi sudah kali  kedua,  dilaksanakan saat pandemi COvid-19, sehingga pelaksanaan Nyepi menggunakan protokol kesehatan, artiya  mengurangi kegiatan perayaan pengumpulan  orang banyak.  Maka untuk kedua kalinya, pula perayaan tanpa kehadiran  OGOH-OGOH. Ini dilakukan, untuk menghindari terbentuknya kluster baru 'penyebaran  Covid-19. Nyepi tanpa Ogoh-ogoh juga pernah terjadi saat kampanye pemilu, karena ditengarai dapat  melahirkan anarkisme antar pendukung kandidat.

Dalam ruang terbatas ini, ada baiknya hal-hal yang perlu diungkapkan, yaitu  (1) makna hari raya Nyepi bagi umat Hindu,  (2) (sejarah Hari Raya Nyepi, (3) Catur Brata penyepian dalam suasana terkini, dan (4) bagaimanakah perayaan nyepi saat New Normal.

SEJARAH PERAYAAN NYEPI 

Nyepi  merupakan  ritual Hindu, yang mengakar kuat pada tradisi di  India, yang merupakan sumber agama Hindu dengan Kitab Suci- Weda-nya. Para Rsi membawa agama Hindu ke Indonesia, dan negara -negara lain. Agama Hindu  mengalami akulturasi  sehingga  menjadi sangat kaya tradisi. Tradisi Hindu di India memang berbeda namun esensi nya tetap sama dengan Hindu yang berkembang di Nusantara.

Perayaan Nyepi dengan Tahun  Saka, tidak bisa lepas dengan kejadian di India. Pada  saat itu, Negeri India dan wilayah sekitarnya digambarkan selalu mengalami krisis dan konflik sosial berkepanjangan. Pertikaian antar suku-suku bangsa, terjadi  seperti Suku Saka, Pahiava, Yueh Chi, Yavana dan Malaya, perang yang menghasilkan pihak yang menang dan  kalah silih berganti., terjadi ketidak seimbangan kehidupan masyarakat ketika itu.

Akibatnya, gelombang perebutan kekuasaan antar suku menyebabkan terombang-ambing nya kehidupan beragama itu. Tak pelak, pola pembinaan kehidupan beragama menjadi beragam, baik karena ke pengikutan umat terhadap kelompok-kelompok suku bangsa, maupun karena adanya penafsiran yang saling berbeda terhadap ajaran yang diyakini. Konflik terus terjadi dan tidak terelakkan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
VIDEO PILIHAN