Mohon tunggu...
INTAN IMANNAWATI
INTAN IMANNAWATI Mohon Tunggu... Guru - GURU BIMBINGAN KONSELING

SAYA ADALAH SEORANG GURU BIMBINGAN KONSELING YANG SENANG MENCARI ILMU DAN BERBAGI ILMU. BAGI SAYA, SEMUA YANG SAYA LIHAT SAYA DENGAR DAN SAYA RASAKAN ADALAH ILMU.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Hantu Masyarakat Itu Bernama Pendidikan

3 Oktober 2022   20:59 Diperbarui: 3 Oktober 2022   21:05 142 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

HANTU MASYARAKAT ITU BERNAMA PENDIDIKAN 

Oleh : Intan Imannawati

Guru SMK Negeri 2 Cirebon

Persoalan pendidikan sekarang ini diberbagai negara dipandang sebagai problem yang sangat bisa sulitnya, lebih-lebih karena belakangan ini sederetan peristiwa didunia pendidikan kita mendapatkan sorotan yang tajam dalam tingkat lembaga maupun dalam tingkat lembaga masyarakat dirisaukan oleh kecenderungan pemerintah untuk dapat melakukan penyeragaman atas berbagai aspek pendidikan disekolah mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi sampai pada taraf yang dirasakan.Kendatipun dibuka peluang untuk mengembangkan dalam hal-hal yang kita kenal sebagai muatan lokal, tidak urung kesan yang menonjol adalah sentralisme yang melahirkan infeksibilitas dan ketertinggalan.

Sentralisme ini pada gilirannya membuka inti pada kekuatan-kekuatan ekonomi untuk masuk dan menjadikan pendidikan sejolah sebagai lahan bisnis yang empuk. Akibatnya, selain membuatnya mahal secara tidak masuk akal, banyak segi dari proses pendidikan-pengajaran terkesan seperti berjalan lebih untuk mengikuti hukum-hukum bisnis dari pada prinsip pedagogis dan psikologis yang semestinya.

Pada tingkat personal pendidikan, kita semua sempat terkesima oleh rentetan berita dari berbagai pelosok tanah air tentang aneka tindak kekerasan, yang dilakukan oleh sejumlah guru terhadap murid-muridnya. Yang jelas-jelas bertentangan dengan tujuan pendidikan oleh karena itu, timbul kesan cukup kuat bahwa pendidikan sekolah kita tidak berdaya dan berjalan mengikuti kekuatan-kekuatan yang tidak sejalan dengan hakekat yang sebenarnya.

Ketegangan antara berbagai kepentingan mempersoalkan bahwa mau dibawa kemanakah sekolah kita? Itulah pertanyaan yang biasanya dilontarkan oleh masyarakat kita namun tampaknya kerisauan semacam ini bukanlah suatu yang baru namun sejak dilihat orang mempersoalkan tujuan pendidikan.

Dilihat secara makro, isu tentang tujuan pendidikan sekolah pada dasarnya berkisar pada tiga masam ketegangan sebagai berikut :

  • Pendidikan untuk sosial atau transformasi sosial
  • Pendidikan untuk membina kehidupan bersama atau untuk mendorong perkembangan individu secara optimal.
  • Pendidikan untuk meningkatkan berbagai kemampuan mental.

Pendidikan sekolah memang berwajar konservatif artinya pendidikan sekolah bertujuan mempertahankan dan melestarikan tradisi berbudaya masyarakat . oleh karena itu, sosial survival yang dipertahankan status qua lewat trasmisi oleh generasi yang lebih tua, yakni para pendidik, kepada generasi yang lebih muda menjadi tujuan pendidikan bukan saja bagi masyarakat semacam itu, kebinekaan sebagai tujuan pendidikan tidak dapat ditolerir.

Dalam masyarakat negara kota sparta, misalnya seluruh aktivitas pendidikan diarahkan untuk menumbuhkan dalam diri peserta didik, sikap hormat dan taat pada atasan, patriorisme dan loyalitas kepada negara.

Semua ini penting sebab sebagai bangsa yang suka berperang mereka harus selalu siap siaga mempertahankan diri dari serangan bangsa lain yang menjadi musuh mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan