Mohon tunggu...
INS Saputra
INS Saputra Mohon Tunggu... Profesional IT, praktisi, pengamat.

Profesional IT, praktisi, pengamat.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan

Analisis Listrik Padam Separuh Jawa

10 Agustus 2019   16:03 Diperbarui: 15 Agustus 2019   13:26 642 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Analisis Listrik Padam Separuh Jawa
Presiden Joko Widodo mendatangi kantor pusat PLN, di Kebayoran, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019). Kedatangan Jokowi ini untuk meminta penjelasan PLN 

Minggu (04/08/2019) pukul 11:45:27 WIB aliran listrik ke 3 provinsi Jawa Barat, DKI, dan Banten padam.
Berbagai sebab seperti sabotase, kejadian alam, kelalaian (human error), technical problem, dll. diduga sebagai pemicu peristiwa ini.

Sebelum menganalisis penyebab gangguan ini, ada baiknya kita mengetahui perbedaan antara akar masalah (root cause), gejala (symptom), dan dampak (impact) karena saat ini banyak yang mencampuradukkan antara akar masalah, gejala, dan dampak yang terjadi.

Akar masalah sebagaimana namanya adalah sumber masalah sebagai titik tolak munculnya masalah.

Gejala adalah indikasi atau tanda-tanda adanya suatu masalah.

Dampak adalah akibat dari suatu masalah yang terjadi.

Selain itu, suatu masalah - meskipun probabilitasnya kecil - bisa jadi penyebabnya lebih dari satu secara bersamaan. Mengatasi masalah dengan lebih dari satu sumber masalah membutuhkan penanganan khusus dan waktu penanganan relatif lebih lama. Inilah yang disebut sebagai masalah yang kompleks atau complicated.

Berikut beberapa dugaan sementara (hipotesis) tentang kemungkinan penyebab peristiwa padamnya listrik di separuh pulau Jawa pada Minggu (04/08/2019):

Hipotesis#1 (H1):

Pemadaman listrik di wilayah Jawa Barat, DKI, dan Banten disebabkan karena Gas Turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami gangguan (trip) dan Gas Turbin 7 dalam posisi mati (off). Penyebab lainnya adalah pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin di Cilegon juga mengalami gangguan (trip).

Menurut analisis penulis, H1 bukanlah root cause atau akar masalah yang menyebabkan pemadaman massal ini terjadi. Bisa jadi H1 hanya merupakan dampak (impact) dari suatu akar masalah. Adapun H1 berdampak langsung kepada pemadaman bisa jadi benar sesuai hukum kausalitas atau hukum sebab akibat.

Hipotesis#2 (H2):

Pemadaman listrik di wilayah Jawa Barat, DKI, dan Banten disebabkan karena adanya gangguan pada sirkuit pertama saluran udara jalur utara Ungaran-Pemalang pada pukul 11:45:27 WIB, yang disusul gangguan pada sirkuit kedua pada pukul 11:48:11 WIB.

Sama seperti H1, menurut analisis penulis H2 bukanlah akar masalahnya. H2 adalah suatu kondisi yang merupakan akibat dari suatu sebab.
Ada faktor lain yang menyebabkan gangguan tersebut terjadi. Adapun H2 berdampak langsung kepada pemadaman, seperti halnya H1 bisa jadi benar sesuai hukum kausalitas.

Hipotesis#3 (H3):
Pemadaman listrik di wilayah Jawa Barat, DKI, dan Banten disebabkan karena kegagalan 1 sirkuit pada jalur selatan (Kesugihan-Tasik) mem-backup 2 sirkuit pada jalur utara yang mengalami gangguan, sementara 1 sikuit lainnya pada jalur selatan sedang dilakukan kegiatan pemeliharaan rutin (karena asumsinya pada hari Minggu beban tidak terlalu tinggi sehingga memungkinkan dilakukan kegiatan pemeliharaan pada salah satu dari 2 sirkuit yang ada).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN