Mohon tunggu...
Indra Rahadian
Indra Rahadian Mohon Tunggu... Administrasi - Pegawai Swasta

Best In Fiction Kompasiana Award 2021/Penikmat sastra dan kopi

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Menari Dalam Gelap

16 Juli 2021   12:10 Diperbarui: 16 Juli 2021   12:22 2321
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dania bertemu Frans pertama kali di sebuah kapal imigran gelap yang di usir angkatan laut AS kembali ke Suriname. Mereka adalah anak-anak dari serdadu desertir dan veteran yang berusaha mengubah nasib ke negeri Paman Sam. 

Mereka berdua memiliki satu kesamaan dan keterkaitan dengan sebuah negara yang belum lama menuntaskan kemerdekaannya, di wilayah kepulauan Asia Tenggara. 

Dania dibawa sang ayah untuk tinggal di Suriname. Ian de vrijk, sang ayah adalah serdadu bekas KNIL yang menolak untuk berperang dengan pejuang kemerdekaan Indonesia di Jawa. 

Kulit gelap Dania diperoleh dari sang ibu. Perempuan Jawa asal Banyumas, yang meninggal sewaktu melahirkannya. Postur tubuh tinggi semampai, dan dua bola mata berwarna biru, diturunkan dari ayahnya. 

Sementara Frans tidak punya kenangan manis dengan sang ayah. Kabar kematian Daren Parkinson, seorang serdadu Brigade British Indian Army pada pertempuran hebat di Surabaya di tahun 1945, memaksa Frans remaja untuk pindah dari India dan menetap bersama kakeknya di Suriname. 

Salah satu kantor surat kabar di Paramaribo, menugaskan mereka ke Brazil. Dan sejak itu, mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. Berdua menjalani tugas jurnalistik di negeri samba. 

Mereka akhirnya memilih untuk bekerja sebagai wartawan lepas dan menanggalkan kewarganegaraan asal. Mimpi menginjakkan kaki di Amerika Serikat, masih menjadi angan-angan.

Frans melangkah terburu-buru. Di kawasan kumuh di lereng bukit. Dua orang berwajah Asia, mengawasi dari kejauhan. Mereka berlari, setelah Frans tak terlihat lagi di antara bedeng-bedeng karatan di salah satu Favela. 

"Mereka masih mengejarmu?" 

Dania terhenyak, melihat Frans muncul dari balik jendela. Sepatunya penuh pasir pantai dan mengotori seisi ruangan. Tatapan kesal Dania, hanya membuat Frans tersenyum. 

Frans melepaskan sepatu dan meletakkan di samping sofa. Ia buru-buru masuk ke kamar mandi dan menjawab sepintas, "bukan hanya mengejar, mereka ingin membunuhku."

Kekhawatiran Dania akhirnya terbukti. Frans ngotot mengangkat artikel tentang aktivitas Yakuza di wilayah komunitas orang Jepang di Brazil. Dan sekarang dia harus menerima akibatnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun