Mohon tunggu...
Idris setiawan
Idris setiawan Mohon Tunggu... Lainnya - Sang Pencinta Keheningan

Dari hidup kita belajar berjuang. Dan dari Tuhan kita belajar iklas. Tak ada perhentian yang akan indah selain mati dengan bahagia.

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana Pilihan

Kajian Trotoar (Katro)

18 November 2022   17:38 Diperbarui: 18 November 2022   17:47 771
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

 "Yaudah Teh. Tunggu aja, saya pamit dulu." Ucap pemuda itu ke Teteh tuan motor. 

 "Eh A'k tunggu dulu sebentar." Sambil berdiri dan merogo tasnya serta mengeluarkan sejumlah uang. 

 "Gak usa Teh. Saya iklas bantu." Ucap pemuda itu sambil tersenyum dan mengangkat tangan mengisyaratkan menolak. 

 "Engga apa - apa A'k, ambil aja. A'k tadikan udah bantu dorong motor." Ucap gadis itu. 

 "Gak usa Teh. Saya beneran iklas." Balas pemuda itu sekali lagi. 

 "Udah ambil Peng. Itung"2 upah rokok hehe" tambah tuan toko.

 "Beneran engga usah Teh. Enak buat bayar busi aja itu uang. Beneran saya iklas. Lillahitallah." Ucap pemuda itu ke gadis yang masih menyodorkan sejumlah uang. 

 "Hm' yaudah kalo itu kemauan A'ak mah. Beneran saya beterima kasih udah ditolongin dorong motor."

 "Sama - sama Teh. Saya juga sering dibantu orang. Dan sudah pantasnya kita saling bantu Teh. Ya semoga balasannya nanti di hal lain. Inshaallah hehe" 

 "Aamiin. Oo iya, A'ak siapa namanya?" 

 "Apeng Teh." 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun