Mohon tunggu...
Hery Supriyanto
Hery Supriyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Warga net

Liberté, égalité, fraternité ││Sapere aude ││ Iqro' bismirobbikalladzi kholaq ││www.herysupri.com

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Es Tawon, Masih Bertahan Sejak 1955 dalam Kesederhanaan

27 Februari 2019   16:47 Diperbarui: 28 Februari 2019   07:41 467
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Rumah kenangan saat Es Tawon mulai berjualan, yang saat ini masih terawat dan tak banyak berubah. (Dokumentasi pribadi)

Dari "kedatangan" tawon tak diundang ini akhirnya para pelanggannya menyebutnya dengan Es Tawon yang sebutan lainnya Es Campur Wak Mis (panggilan akrab Yamina). Maka untuk membedakan dengan es campur yang lain, jualannya dinamakan Es Tawon Kidul Dalem. Sedangkan nama Kidul Dalem merujuk nama lokasinya.

Warung saat ini, yang tak jauh letaknya setelah pindah dari tempat lama. (Dokumentasi pribadi)
Warung saat ini, yang tak jauh letaknya setelah pindah dari tempat lama. (Dokumentasi pribadi)
Sudah beralih ke generasi kedua

Saat ini warung Es Tawon Kidul Dalem sudah beralih kepada generasi kedua. Yamina sudah almarhum pada tahun 2001. 

Sejak tahun 1996 dengan pertimbangan usia dan tenaga Yamina, Es Tawon "diestafetkan" kepada putranya, Mulyono yang merupakan bungsu dari 5 bersaudara. Mulyono dibantu oleh istrinya Sri Utami. Sedangkan suaminya Mulyono sudah almarhum.

Sampai saat ini Sri Utami pun masih mempertahankan resep warisan mertuanya tersebut. Tidak menggunakan pengawet serta bahan lainnya yang masih segar. 

Komponen es campur terdiri di antaranya tape singkong, cincau hitam, kacang hijau, dan dawet. Yang kemudian diberi pasrahan es, lalu dilumuri air gula dan sirup warna merah.

Untuk bahan Es Tawon sendiri, Sri Utami tak mengalami kesulitan. Ia cukup berbelanja di langganannya yang berada di Pasar Besar yang tidak jauh dari kediamannya ini. 

Dalam pengembangan usaha Es Tawon juga membuka cabang di daerah Jalan Hamid Rusdi yang dikelola oleh putri sulungnya.

Sri Utami menanti Yamina, yang saat ini meneruskan usaha Es Tawon. (Dokumentasi pribadi)
Sri Utami menanti Yamina, yang saat ini meneruskan usaha Es Tawon. (Dokumentasi pribadi)
Pindah ke tempat baru

Warung Es Tawon yang dipakai berjualan saat ini merupakan pindahan dari tempat sejak pertama kali. Sejak tahun 2010 Sri Utami berpindah ke tempat baru yang tidak jauh dari tempat sebelumnya, hanya berjarak satu nomor rumah.

Perpindahan disebabkan karena faktor pergantian pemilik rumah tersebut. Pemilik rumah baru mempunyai kebijakan lain agar lahan depan rumahnya tidak dipakai berjualan, dan Sri Utami pun memahami hal tersebut. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun