Mohon tunggu...
HERMANUS ADOK
HERMANUS ADOK Mohon Tunggu... Guru - Asli

Biarkan ini menjadi berkat bagi banyak orang yang sedang membaca artikel ini. #Hermanus Adok,S.Pd

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Misi Kontekstual Berdasarkan 1 Korintus oleh Hermanus Adok

30 September 2022   20:53 Diperbarui: 30 September 2022   21:06 1061
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Paulus mendapatkan surat kuasa dari Imam Besar di Yerusalem untuk dibawa dan diberikan kepada majelis-majelis agama Yahudi di Damsyik sebagai dasar legalitas menangkap dan membawa orang-orang Kristen di Damsyik ke Yerusalem untuk diadili dan dihukum. Namun dalam perjalanan menuju Damsyik Paulus mengalami perjumpaan secara supranatural dengan Yesus Kristus yang membuat Paulus bertobat seketika itu juga. Korintus dikenal sebagai kota maksiat yang penuh dengan penyembahan berhala dan perbuatan mesum. Namun di tengah keadaan itu, rasul Paulus dapat melakukan pendekatan sehingga di daerah ini boleh berdiri jemaat Kristus. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah secara kontekstualisasi.

Panggilan Paulus untuk melakukan penginjilan tidak hanya terbatas kepada orang-orang Yahudi tetapi juga kepada orang-orang non-Yahudi (Stowers 2010). Panggilan inilah yang kemudian memotivasi Paulus untuk melakukan tiga kali perjalanan penginjilan lintas wilayah. Rute perjalanan penginjilan Paulus mencakup wilayah yang sangat luas secara geografis dan hal ini berimplikasi terhadap beragamnya kultur masyarakat yang ditemui Paulus diberbagai daerah yang dilalui dapat menjangkau dan menyampaikan Injil secara efektif terhadap masyarakat yang multicultural, Paulus menggunakan metode pendekatan yang dituliskannya dalam 1 Korintus 9:19-23 (Purdaryanto 2020). Berdasarkan fakta-fakta sejarah dalam kitab Kisah Para Rasul dan surat-suratnya, metode penginjilan terhadap masyarakat multikultural yang dilakukan Paulus di abad pertama sangat efektif karena banyak orang yang menjadi percaya, juga banyak gereja lokal berdiri di kota-kota yang dijangkau melalui penginjilan Paulus (Pervo and III 1999). Metode penginjilan Paulus ini tentu penting untuk dikaji dan dipahami agar dapat diterapkan dalam kontek penginjilan di pada masa kini.

METODE

Metode penelitian yang pakai oleh penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (literatur study). Untuk menemukan strategi misi Paulus dalam 1 Kor. 9:19-23, maka penulis menggunakan metode Hermeneutik Alkitab. Menurut Bakhtiar dan Ria, studi pustaka adalah mencari data dan informasi yang berkaitan dengan topik, membaca teori-teori dari buku-buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.[1] Studi pustaka ialah mencari data-data dan informasi yang berkaitan dengan topik, dari buku-buku, jurnal ilmiah dan juga referensi serta artikel yang berhubungan dengan topik. Karena teks Alkitab yang dipakai maka menggunakan metode hermeneutik Alkitab. 

 

Menurut Sutanto metode hermeneutik Alkitab ialah sebuah upaya dalam menjelaskan, menerjemahkan, menganalisa serta menginterprestasi teks-teks yang terdapat pada Alkitab sehingga memudahkan para pembaca untuk memahami teks tersebut.[2] Nainggolan berpendapat hermeneutik yang baik harus disertai dengan eksegesis yang benar sebab tanpa eksegesis yang baik maka hermeneutik akan menjadi subjektif.[3] Dapat disimpulkan metode hermeneutik Alkitab adalah menjelaskan, menerjemahkan menganalisa teks-teks yang akan dibahas dan disertai eksegesis yang benar dengan cara mempertanyakan bahasa, gaya tulisan, sintaksis, konteks sejarah, geografis, penulis dan bentuk sastra yang terdapat dalam teks atau nats Alkitab yang akan digali.

 

 

 

PEMBAHASAN

 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
  12. 12
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun