Mohon tunggu...
Hera Veronica Sulistiyanto
Hera Veronica Sulistiyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Pecandu Senja | Pemabuk Puisi | Penikmat Kopi | Pemahat Aksara | Pecinta Musik Cadas 😎🀘 | Penggila SASTRA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Aku Belajar dari Kehidupan

2 Desember 2022   17:27 Diperbarui: 2 Desember 2022   17:40 179
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source : America fine art@pinterest.com

Aku Belajar dari Kehidupan

Aku belajar
dari sebongkah batu
kendati keras dan
teramat kaku namun ia
masih dapat dilubangi
ditimpa tetes air yang
acap kali mengikis
merasuk hingga ke pori
menggerus sampai habis

Aku belajar
dari rumpun padi
kendati di setiap helai
batang-batangnya digelayuti
bulir-bulir emas namun
ia tetap merunduk
tanpa secuil pongah
dan menyapu bersih
remah-remah di tanah

Aku belajar
dari elusan Matahari
di mana tapak hangatnya
mengusap lembut
baluri cuaca tak tentu
menjilat basah hingga kering
pakaian tergantung di jemuran
tiupkan hangat permukaan kulit
di tengah hawa dingin menggigit

Aku belajar
dari air yang terasa sejuk
di beningnya sebening
bulir-bulir permata kaca
bernama air mata
yang pecah seketika
dipecahkan oleh kesedihan
hingga menganak sungai
kemudian mengalir menuju muara

Aku belajar
dari burung kutilang
yang bersenandung riang
semarakan buana yang gagu
hingga menyepuh riuh
dalam sebuah pagelaran
orkestra mini awali
membuka tirai jendela hari
beri silir sejuk meresap hati

Aku belajar dari kehidupan

H 3 R 4
Jakarta, 02/12/2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun