Mohon tunggu...
Henri Koreyanto
Henri Koreyanto Mohon Tunggu... Buruh - Kuli

Kula namung bade urun oret-oretan mawon, matur suwun. Selamat Rileks

Selanjutnya

Tutup

Novel

Sahabat Penjalinan (5): Petung

27 Oktober 2021   07:39 Diperbarui: 27 Oktober 2021   07:42 68 12 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Novel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Fotografierende

"Ayolah Cak Soe, sudah ini saja. Potong" Gumamku padanya. "Sam, bisa sabar nggak. Biar awet" begitulah jawab pria murah senyum itu.

Sabar, sabar, gimana!

Wong ini sudah hampir menuju puncak Gunung Arjuno. Dia mah enak, kulit sudah kebal. Sini, yang belum terbiasa cuaca dingin. Terpaksa bolak-balik harus amit sewu, ketika tak bisa lagi menahan rasa untuk buang air kecil.

Masih untung aku nggak kualat, coba kalau salah tempat. Weih, bisa panjang urusannya.

Cak Soe sepertinya sudah bisa membaca gelagatku. Acap kali dia memberikan kode mata dan tersenyum. Akhirnya lepas juga omongan "Ahh, dasar. Puncak masih jauuh, lagian siapa juga yang mau kesana".

Lega hatiku mendengar kata-kata itu. Kami pun memutuskan turun, sambil menapaki beberapa tegal perkebunan milik warga. Dan Sudah hampir 1 jam setengah, tapi tak menemukan bambu yang diinginkan.

Siang itu, aku tak menyaksikan ada sinar matahari menembus awan di kaki Gunung Arjuno. Sehingga cuaca dingin yang kurasakan ini, betul-betul membuat gigiku bergetar saling bertabrakan.

Untuk mengurangi getaran di gigiku itu. Aku terus berusaha ngoceh apa saja. Hingga, aku mencoba menanyakan tentang jenis bambu, yang diinginkan Cak Soe ini.

Dia pun hanya menjawab singkat perihal bambu yang diinginkan "Petung". Pokoknya sekali petung tetap petung.

Kemudian, sambil melangkah dan matanya memandang beberapa bambu yang ada di sekitar kami, mulutnya menggumam, "Di Penjalinan ini Sam, jenis bambu yang tumbuh cuma ada 3. Pertama Bambu Petung. Kedua Bambu Apus. Ketiga Bambu nori (ori/berduri)".

"Seperti lincak bambuku itu. Aku pakai bambu petung. Selain kuat dia juga kokoh. Umumnya kalau di Penjalinan sini, bambu petung bisa untuk reng dan usuk rumah. Makanya kenapa dari tadi aku bilang, sekalian cari bambu yang bagus. Biar awet"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan