Mohon tunggu...
Hastira Soekardi
Hastira Soekardi Mohon Tunggu... Administrasi - Ibu pemerhati dunia anak-anak

Pengajar, Penulis, Blogger,Peduli denagn lingkungan hidup, Suka kerajinan tangan daur ulang

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Tetesan Air Mata

1 Oktober 2020   02:22 Diperbarui: 1 Oktober 2020   02:23 710
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar :http://watilinkarya.blogspot.com

Alam melantunkan kesedihan dalam jeritan tangis

Di saat malam-malam gulita terdengar menyayat hati

Aku tak sanggup lagi mendengarkan suara --suara itu

 Yang selalu terlintas dalam bisunya alam

Ingin kupeluk dengan dekapan yang akan mengurangi rasa perihmu

Tapi aku tak mampu....

Apalah artinya aku, aku tak punya kuasa tuk menghentikan itu semua

Dengarkanlah wahai pemimpinku

Masih banyak tangis yang menetes deras di alam ini

Lihat dalam kebisuan alam ,mereka merasakah sakit

Semenjak banyak hutan yang digunduli dan terbakar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun