Mohon tunggu...
H.Asrul Hoesein
H.Asrul Hoesein Mohon Tunggu... Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Pemerhati dan Pengamat Regulasi Persampahan | Terus Menyumbang Pemikiran yang Sedikit u/ Tata Kelola Sampah di Indonesia | Green Indonesia Foundation | Jakarta http://asrulhoesein.blogspot.co.id Mobile: +628119772131 WA: +6281287783331

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Presiden Jokowi Merajut Keterbelahan Rakyat

23 Oktober 2019   12:03 Diperbarui: 23 Oktober 2019   12:14 0 0 0 Mohon Tunggu...
Presiden Jokowi Merajut Keterbelahan Rakyat
Jokowi dan Prabowo. Sumber: Sekretariat Kepresidenan

Dalam suasana santai duduk di tangga Istana Negara Jakarta, rabu (23/10), Presiden Jokowi telah memperkenalkan kabinetnya yang diberi nama Indonesia Maju sebanyak 4 (empat) pejabat menteri koordinator, 30 (tiga puluh) pejabat menteri dan 4 (empat) pejabat setingkat menteri.

Tentu banyak pro-kontra atas keputusan dari hak prerogatif presiden. Namun terlepas dari suka tidak suka, khususnya partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf. Presiden Jokowi telah membuktikan keberpihakannya pada rakyat diatas segalanya.

Jokowi sangat jelas ingin merajut kembali rakyatnya yang terbelah selama pemerintahannya yang lalu. Fakta itu dinyatakan dengan masuknya Prabowo dalam jajaran kabinet Jokowi-MA sebagai Menteri Pertahanan.

Sebagai rakyat Indonesia, sepantasnya bersyukur atas keputusan stratejik Jokowi-MA ini yang lebih mengedepankan kebersamaan dan ketenangan hidup rakyatnya. Fakta bahwa Pilpres 2019 ini benar dimenangkan oleh rakyat Indonesia. Baik itu pendukung Jokowi maupun pendukung Prabowo.

Keputusan Jokowi-MA ini sungguh bukan sebuah keputusan gampang. Tapi Jokowi jelas bagaikan memanjat hujan menembus batas demi keutuhan rakyatnya. Karena dipastikan partai koalisi pendukungnya sendiri tidak setuju dengan keputusan Jokowi-MA pada kabinet Indonesia Maju. Jelas jatah kursi menteri berkurang bagi mereka yang ambisi jabatan.

Tentu para pendukung Jokowi dan Prabowo dipastikan masih bungkam dengan keputusan ini. Mungkin masih emosional, tap kita harus mengerti banyak hal yang perlu kita perbaiki. Maka dibutuhkan kebersamaan atau rekonsiliasi antar pendukung. Perlu mengikuti apa yang dicontohkan Jokowi dan Prabowo.

Marilah kita dukung bersama dan dengan cepat memahami bahwa Jokowi dan Prabowo menciptakan suasana diluar keterbiasaan atau tradisi politik baik di Indonesia maupun di luar negeri. Hal bersatunya Jokowi dan Prabowo tersebut, Indonesia akan disegani dimata internasional.

Namun yang pasti, apa yang diputuskan (baca: bersatu) oleh Jokowi-Prabowo tersebut perlu mendapat dukungan dan sekaligus tetap mempertajam kritisi dari rakyat. Kabinet Indonesia Maju ini setidaknya "memaksa" rakyat untuk cerdas dan kritis. Jangan terlena dengan kwbijakan-kebijakan pragmatis alias pencitraan semata.

Karena bisa dipastikan kabinet Indonesia Maju terkesan tidak punya oposisi, walau hanya Partai Gerindra yang bergabung. Tapi rakyat tetap harus optimis bahwa Jokowi-MA akan memberi cahaya terang buat Indonesia, setidaknya dalam pemerintahannya ke depan.

Marilah kita rajut kebersamaan, kita gerakkan kembali persatuan kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Karena kompetisi antar negara semakin cepat sehingga dibutuhkan kebersamaan dalam membangun bangsa dan negara.

Tidak ada musuh yang abadi dalam politik dan kehidupan, kecuali kepentingan. Mari dahulukan kepentingan bangsa diatas kepentingan diri dan kelompok, demi rakyat Indonesia. Selamat Bekerja untuk Kabinet Indonesia Maju.

Surabaya, 23 Oktober 2019

KONTEN MENARIK LAINNYA
x