Mohon tunggu...
Hariadhi
Hariadhi Mohon Tunggu... Desainer - Desainer

Ghostwriter, sudah membuat 5 buku berbagai Dirut BUMN dan Agency Multinasional, dua di antaranya best seller. Gaya penulisan berdialog, tak sekedar bernarasi. Traveler yang sudah mengunjungi 23 dari 34 provinsi se Indonesia. Business inquiry? WA 081808514599

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Berkunjung ke Pacitan, Kampung Halaman SBY

12 November 2019   23:42 Diperbarui: 5 Desember 2019   12:32 184
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi
Tapi ternyata petunjuk itu kemudian membawa saya ke rumah presiden keenam kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. "Rumahnya sederhana betul ya, Pak?" Tanya saya ke Pak Edi, penjaga yang mempersilakan saya masuk.

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi
"Lha iya, Bapak itu sejak kecil orangnya sederhana. Tempat tidurnya saja bersahaja begitu," Ia menunjukkan sebuah ruangan sempit di pojokan, yang hanya cukup untuk satu kasur saja. Kasur berwarna hijau itu begitu lusuh dan berdebunya, sehingga tidak terlihat layak untuk ditiduri mantan orang nomor satu di negeri ini.

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi
"Ini Pak SBY kalau ke Pacitan nginapnya di sini?" Yang kemudian dijawab anggukan oleh Pak Edi. "Itu tempat ngumpulnya di ruang tengah bersama Almarhumah Bu Ani," Jawabnya dengan yakin.

Puas berkeliling, saya kemudian berjalan lagi ke arah selatan dan bertemu SPBU, lalu mandi. Ya, kalau sedang backpacking begini, di mana pun ada kesempatan untuk membersihkan diri, tentu kita harus mandi. Kalau tidak ya baunya akan asam luar biasa. Saya mencium salah satu baju kaos saya yang sudah mulai mirip bau air aki.  Hiiy..

Kalau tidak mandi-mandi, tentu bau badan saya akan menyamai asamnya kaos tersebut.

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi
Menjelang siang, saya duduk dan tertidur di salah satu warung warga di sebelah SPBU. Setelah minum, bapak penjaga warung menawarkan untuk mengantarkan berkeliling daerah pantai. Saya mengiyakan. "Ga usah jauh-jauh Pak. Saya hanya butuh foto lautnya yang bagus saja, dan tidak usah terlalu jauh karena siang ini sudah janji bertemu teman."

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi
Ia setuju, dengan Rp 25 ribu saja saya diajak berkeliling. Pantai terdekat adalah di sekitar Tempat Pelelangan Ikan Tamperan, di sebelah Pantai Teleng. Begitu dapat gambar beberapa perahu nelayan dan langit yang sedang bagus-bagusnya, saya memutuskan untuk kembali.


Rumah Pak Nursuhud ada di sekitaran Jalan Pattimura. Rumahnya artistik sekali dengan banyak sentuhan kayu tua yang dipelitur ulang. "Itu hobi istri saya yang nyeni sekali. Dia suka sekali dengan lukisan."

Foto: Dokumentasi Pribadi
Foto: Dokumentasi Pribadi

Walaupun belum terlalu siang, Pak Nursuhud mengajak saya makan siang dengan ikan tongkol. Saya lalu bercerita kejadian saya di Sabang terjebak di pelabuhan dan terpaksa membeli ikan hasil tangkapan nelayan yang masih segar untuk bisa memberi makan banyak calon penumpang ferry penyeberangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun