Mohon tunggu...
Handi Zahrasatria Adhi
Handi Zahrasatria Adhi Mohon Tunggu... penulis moody

read many stuffs, write some stuffs.

Selanjutnya

Tutup

Media

Fenomena Cyber Journalism di Indonesia Dewasa Ini

1 Agustus 2020   18:02 Diperbarui: 1 Agustus 2020   18:00 6 0 0 Mohon Tunggu...

Sejalan dengan bergulirnya globalisasi komunikasi dan informasi, media tumbuh dan berkembang semakin pesat. Kehadiran internet atau media online sebagai new media, semakin menambah maraknya arus informasi. Pada masa inilah masyarakat ingin mewujudkan sebuah peradaban baru yang disebut dengan information society, yaitu hadirnya suatu masyarakat informasi berbasis IT (informstion technology) yang menggerakkan setiap sendi kehidupan dengan aktivitas pertukaran informasi luar biasa intensnya.

Seperti yang sudah terlansir dalam Wikipedia, bahwa cyber journalism atau yang biasa disebut jurnalisme daring (dalam jaringan) memiliki makna penyajian informasi dan fakta secara luas melalui media massa kepada publik, dan kata "daring", yang merupakan bentuk singkatan dari kata "dalam jaringan" (online), yang dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi dan media internet. Dengan demikian, jurnalisme daring adalah sebuah metode baru penyajian informasi dan fakta dengan menggunakan bantuan atau perantara teknologi internet. Salah satu contoh dari perwujudan jurnalisme daring adalah weblog, atau yang sering disebut sebagai blog.

Rentang waktu dari tahun 2008 hingga saat ini, aktivitas blogging masih dilakukan saat ini. Berbekal dengan akses internet, kemudia munculah laptop atau notebook atau mempunyai kata lain "komputer jinjing". Membuat kegiatan jurnalisme daring semakin ringan dan mempunyai mobilitas tinggi. Karena bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. 

Ditambah lagi dengan privilege independensi dari cyber journalism, semakin membuat cyber journalism berkembang secara kreatif dan masif. Independen dalam tanda kutip, orang yang melakukannya tidak memiliki ikatan oleh perusahaan media yang mempunyai visi dan pengambilan angle berita yang sudah ditetapkan. Namun semuanta tetap dibarengi dengan kaidah kejurnalistikan dan seusai dengan kode etik jurnalisme. Saat ini sudah ditetapkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yang berkewenangan untuk mengawasi atau memfilter semua informasi dari internet.

Kemajuan jurnalisme daring di Indonesia semakin meningkat pesat karena mulai menjamurnya jurnalisme warga atau citizen journalism. Citizen journalism atau jurnalisme warga merupakan kegiatan dimana peran wartawan atau kegiatan jurnalistik bisa dilakukan oleh masyarakat yang secara formal bukan wartawan. Kegiatan yang dilakukannya sama dengan wartawan pada umumnya, yakni mengumpulkan informasi, menulis berita, mengedit dan menyiarkannya. 

Dalam menyiarkan informasinya, citizen journalism bisa dilakukan dengan mengirim tulisannya kepada media massa seperti koran atau media online, kemudian redaksi memutuskan apakah tulisan tersebut layak atau tidak untuk dipublikasikan melalui media massanya. Cara lain yang bisa dilakukan menggunakan blog, di sini citizen journalism bisa juga disebut sebagai blogger. Tapi tidak semua blogger merupakan citizen journalist. 

Saat ini sudah ada sebuah inovasi yang beriringan dengan kemajuan teknologi dari tahun ke tahun, dari masa ke masa. Hadir lah aktivitas blogging terbaru yang tidak perlu memerlukan media tulisan sebagai komunikatornya, namun menggunakan media audio visual yang disebut vlog atau akronim dari kata Video Blogging. Aktivitas vlogging akhir-akhir ini lebih populer ketimbang jurnalisme warga. 

Vlog berkembang seiring dengan perkembangan ponsel yang mengarah kepada ponsel pintar atau smartphone. saat ini ponsel bukan hanya sebagai alat untuk berkomunikasi tetapi fitur-fitur yang ditawarkan sudah bisa untuk digunakan menjadi media dokumentasi, menyunting dan mengupload dengan satu gadget saja. Ditambah lagi dengan pluralisme dari platform youtube, semakin memudahkan melakukan cyber journalism di hari ini.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x