Mohon tunggu...
Febi M. Putri
Febi M. Putri Mohon Tunggu... Dokter - Penulis Paruh Waktu

Berkreasi, berefleksi, berbagi pengalaman

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Mindfulness: Belajar Hidup Sadar

19 Oktober 2022   21:40 Diperbarui: 23 Oktober 2022   00:26 858
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi mindfullness (sumber: shutterstock)

Akhir-akhir ini istilah mindfulness kian popular. Menurut Thich Nhat Hanh, seorang aktivis Vietnam, mindfulness adalah kesadaran dan perhatian penuh terhadap apa yang terjadi di dalam diri kita dan apa yang sedang kita lakukan.

Pernah nggak, sih, merasa overthinking atau berpikir berlebihan terhadap sesuatu? Entah itu kejadian di masa lalu yang tidak sesuai ekspektasi ataupun kecemasan akan sesuatu di masa yang akan datang. 

Kehidupan yang bergulir semakin cepat terkadang membuat kita merasa dituntut untuk menjadi "ini" dan "itu" atau menghasilkan "ini" dan "itu".  Sehingga pikiran kita seringkali dihantui dengan rasa takut, cemas, dan was-was. Hal ini justru membuat kita tidak fokus terhadap apa yang sedang kita kerjakan pada "saat ini" dan pada "detik ini". 

Sebuah penelitian menunjukkan rata-rata manusia kehilangan 1 jam 20 menit setiap hari untuk tidak "hadir" dalam kehidupannya.

Contohnya, ketika kita melakukan suatu pekerjaan sebutlah pekerjaan A, pikiran kita malah tidak fokus terhadap pekerjaan A melainkan memikirkan hal lainnya, entah itu tentang masalah pekerjaan B, masalah keluarga, masalah kemarin, atau kekhawatiran akan masalah yang kemungkinan muncul di masa depan.

Jika kita terbiasa untuk tidak mindful dalam kehidupan sehari-hari, kita akan cenderung menjadi pribadi yang emosional dan tempramen. Hal ini akan membuat otak kita lebih sering mengaktifkan area amygdala, di mana area ini merupakan tempat otak kita memproses emosi dan memori tentang rasa takut. 

Sebaliknya, apabila kita berlatih untuk hidup sadar (mindful), area prefrontal cortex yang merupakan bagian otak untuk berpikir logis dan rasional akan lebih aktif. 

Orang yang sering menggunakan area prefrontal cortex akan lebih mudah berpikir jernih, tenang, dan dapat mengontrol diri dari emosi negatif yang berlebihan.

Selain itu, apabila kita tidak terbiasa mindful, otak kita akan sering mengaktifkan mode autopilot. 

Mode autopilot digunakan ketika kita melakukan suatu rutinitas sehari-hari berdasarkan kebiasaan hingga tertanam ke dalam pikiran bawah dasar. Dalam kata lain, segala aktivitas yang dilakukan tersebut tanpa kesadaran penuh dan lebih mengandalkan naluri. Hal ini membuat kita tidak merasa "utuh" ketika menjalani kehidupan dan akan mudah merasa bosan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun