Mohon tunggu...
Farijal
Farijal Mohon Tunggu... Asisten Pribadi - Bukan siapa-siapa.

Tertarik pada sepakbola, suka muter-muter gajelas cari 'serpihan' inspirasi.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Anak 'Indie' Ketika di Angkringan

28 November 2021   13:49 Diperbarui: 28 November 2021   14:07 93 2 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sumber : Dokumen Pribadi

Beberapa hari terakhir hujan hadir di setiap pertemuan sore hari. Curah hujan memang sedang, namun intensitas hujan berlangsung sampai menjelang malam hari. Alhasil, selama ini, kasur adalah sahabat terdekat bagi saya.

Hujan turun di Kota Solo ini, bahkan di beberapa titik, seperti di daerah Kelurahan Purwosari, Laweyan, Solo,

mengalami kebanjiran. Banjir berasal dari sungai warga yang meluap.

Menurut beberapa informasi, banjir yang menimpa daerah tersebut. Memang sudah menjadi langganan setiap turun curah hujan yang tinggi. Menariknya, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, meminta maaf atas kejadian banjir yang sebagian menimpa daerahnya. Jujur saja, Mas Gibran belum menemukan solusi atas permasalahan ini. Saya apresiasi atas kejujuran Mas Gibran.

Yang menjadi evaluasi penting untuk Mas Gibran, setidaknya kalau sudah menjadi catatan. Mungkin, ada planning yang tepat, tidak ada salahnya mencoba untuk sedikit mengurangi permasalahan tersebut. Seperti, Pemerintah DKI Jakarta yang giat membangun sumur serapan. Salah satu program kerja yang ditawarkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. 

Sumur serapan yang digeber pembuatannya oleh Pemerintah DKI Jakarta, akan menunjukan eksistensinya. Walaupun diluar sana, banyak pengamat yang menilai bahwa pembuatan sumur serapan adalah hal sia-sia. 

Terlepas dari semuanya itu, akhir-akhir ini saya merasakan selera makan naik turun. Tinggal di Kota kelahiran Presiden, bagi saya adalah hal yang luar biasa. Disini biaya hidup murah, orang-orangnya ramah, banyak peninggalan sejarah yang selalu ada untuk dikaji dan sebagainya. Bagi saya, Kota Solo adalah istimewa.

Semalam, saat hujan hanya melintas sebentar di Kota ini. Tepat pada pukul 21.20 saya keluar mencari makan. Memang, seperti apa yang saya katakan, nafsu selera makan, akhir-akhir ini mulai menurun. 

Memacu motor keluaran tahun 2002. Tidak jauh dari tempat saya tinggal, saya berhenti di angkringan. Berbagai makanan dan aneka gorengan tersaji di meja. Saya memesan sebungkus Mie Instan kuah rasa ayam, lengkap dengan telur dan potongan cabe kecil. 

Tak lupa, bapak penjaga angkringan menanyakan minuman. Saya hanya memesan satu gelas air putih, dengan sigap air putih disajikan. Sementara bau aroma Mie Instan mulai menyeruak ditengah padatnya lalu lalang kendaraan malam Minggu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kuliner Selengkapnya
Lihat Kuliner Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan