Mohon tunggu...
M. ERIK IBRAHIM
M. ERIK IBRAHIM Mohon Tunggu... Freelancer - Mahasiswa Pendidikan Agama Islam - Universitas Islam Sultan Agung

Berbagi tulisan dari pengalaman pribadi

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi: Satu Muara Pinta

22 September 2022   12:41 Diperbarui: 29 September 2022   21:58 267 15 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi by Pixabay oleh Ri_Ya. Seseorang yang sedang memanjatkan pinta nya

Saat ini, kamis manis dengan mentari diatas, membuat ku terengah-engah, letih bercucuran keringat asa perjuangan. 

Saat ini, memang terlihat tenang seperti kapal-kapal yang mendayung dengan tenang dimata orang, namun segala rincian kehidupan telah dipersiapkan. 

Bergelut dengan pena, ideologi, beribu-ribu kepala orang dengan pendapat yang berbeda-beda dan memukau. Sejenak ingin mundur teratur. 

Seketika ingat wejangan, petuah di secarik kertas, terpaku dalam tembok bergeming itu, "Tetap lah fokus pada dirimu sendiri, perbaiki apa yang bisa diperbaiki dan tingkatkan apa yang bisa ditingkatkan."... 

Karangan bunga rasa bersyukur, harus senantiasa kau sematkan dalam kalbu diiringi maksud dan tujuan yang bersatu padu. 

Bergeming saja, tidak bisa merubah apa-apa... 

Tepis cuitan sumbang dengan telinga terbungkam... 

Tutup mata,... ! Acuhkan yang Membuatmu bisa terbungkam, tertindas bahkan membuat mu ber kesedihan. 

Satu Muara Pinta, " Semoga selalu dikuatkan dan diberi jalan".

Semarang, Kamis 22 / 09 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan