Mohon tunggu...
Muthiah Alhasany
Muthiah Alhasany Mohon Tunggu... Penulis - Pengamat politik Turki dan Timur Tengah

Pengamat politik Turki dan Timur Tengah. Moto: Langit adalah atapku, bumi adalah pijakanku. hidup adalah sajadah panjang hingga aku mati. Email: ratu_kalingga@yahoo.co.id IG dan Twitter: @muthiahalhasany fanpage: Muthiah Alhasany"s Journal

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Mahsa Amini dan Politik Pembusukan Iran dari Dalam (Bagian Kedua)

3 Oktober 2022   20:54 Diperbarui: 3 Oktober 2022   20:54 301 27 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Mahsa Amini (dok.reuter)

3. Keterlibatan putri Rafsanjani

Hashemi Rafsanjani, putri dari mantan presiden Iran Rafsanjani, ikut menggerakkan demonstrasi di Iran. Kini dia harus menanggung akibatnya, ditahan bersama pendemo yang lain. Sampai di mana keterlibatan tokoh perempuan ini?

Rafsanjani memang merupakan pemimpin yang lebih moderat, ia dikenal sebagai seorang intelektual. Tetapi perlu dipertanyakan apakah keterlibatan keluarga Rafsanjani sebatas ingin melakukan pembaharuan dan reformasi? Bagaimana jika sekiranya mereka juga bekerjasama dengan Amerika Serikat untuk kembali ke tampuk kekuasaan?

Ada baiknya kita mengingat ketika Uni Soviet berada di bawah kepemimpinan presiden Mikhail Gorbachev. Pada saat itu Gorbachev melakukan reformasi yang justru membuat Uni Soviet tercerai berai. Beberapa negara bagian melepaskan diri dari ikatan. Reformasi tersebut disambut gembira oleh Amerika Serikat dan kemungkinan didalangi oleh Paman Sam untuk melemahkan saingan terberatnya. 

Begitu pula dengan kubu  Rafsanjani, ada dua kemungkinan yang menyertai gerakan mereka. Pertama untuk kembali memegang kepemimpinan Iran. Kedua untuk menjadi jembatan Amerika Serikat menguasai Iran. 

4.  Peran mantan presiden Rouhani

Ayatollah Rouhani adalah presiden Iran terdahulu, incumbent yang dikalahkan Ebrahim Raisi pada pemilu tahun lalu. Rouhani mirip dengan Rafsanjani yang cenderung untuk lebih moderat.

Lantas adakah peran kubu Rouhani dalam kekisruhan ini? Bisa jadi mereka juga bekerjasama dengan kubu Rafsanjani, atau bahkan menjadi satu tim dengan bantuan Amerika Serikat. 

Ebrahim Raisi sendiri adalah ulama terkemuka yang diharapkan menjadi pengganti Ayatollah Khamenei. Raisi ahli dalam hukum Islam. Namun agaknya ia cukup hati-hati dalam melangkah agar tidak terjerumus permainan lawan. 

Presiden Ebrahim Raisi bersungguh-sungguh dalam melakukan pengusutan tentang kematian Mahsa Amini. Jika memang gadis itu kehilangan nyawa karena penganiayaan polisi moral, maka oknum polisi tersebut akan mendapatkan hukuman. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan